NETTI NATARIDA MARPAUNG
WELLCOME TO MY BLOG..
I'M A DREAMER, AND I WANNA MAKE MY DREAMS COME TRUE.
Senin, 24 Oktober 2011
MASIH TERASA ASING BAGIKU
Ketika itu aku diminta beliau untuk mendampinginya dalam tugas-tugas di sini, yach satu pertemuan yang sangat dramatis, saat itu dalam benak ku berkata,
'Tuhan..apakah ini bagian dari rencana Mu, aku yang 'papa' ini ternyata masih adik beliau(bos ku) yang kelasnya sangat jauh di atasku, bahkan seandainya bisa dilukiskan dengan kata-kata leherku pasti akan sakit karena terlalu mendongak ke atas memandang beliau yang levelnya sangat-sangat tinggi di atasku,dan aku bisa berjalan dengan beliau dan dijadikan selaras oleh beliau. Sungguh masih terasa asing bagiku. Tapi benar kata firman Tuhan, 'TAKUT AKAN TUHAN ADALAH PERMULAAN PENGETAHUAN', aku yang hanya mengecap pendidikan rendah bisa mengimbang i mereka yang bergelar Doktor atau apalah itu. Beliau sharing kepadaku tentang banyaknya pejabat-pejabat di negara ini yang korupsi, bahkan orang yang pernah jadi orang no.1 di kab.T***** yang notabene masih abang iparku juga salah satu dari target penyelidikan beliau. Saat itu aku kaget mendengar kalau ternyata sang mantan bupati itu ternyata masih paribanku (anak namboruku). Kenapa selama ini aku tidak pernah tau? Bahkan bapak saya sendiri tidak pernah mengatakan itu padaku, ya saya tau memang marga istri sang mantan bupati adalah sama dengan ku,tapi aku tak pernah tau jika ternyata orang yang melahirkan dia adalah namboruku. Di sinilah aku salut lihat bapak ku, bapak ku tau sendiri bahwa berenya sudah menjadi 'orang' tapi bapak ku cukup mengaguminya dalam hati tanpa harus brekata-kata pada semua orang bahwa orang itu adalah berenya (biasanya manusia kan begitu, jika lihat seseorang sukses pasti akan berkata itu apala oppungku,bereku,bapatuaku,amgboruku,dll) dan bapak ku juga tidak pernah memohon-mohon pada 'bere'nya itu supaya dikasih ini itu. Hingga sampai masa jabatan sang bupati berakhir bapak tidak pernah mengatakan kepada kami kalau sipejabat itu adalah berenya. Aku mengetahui semuanya itu adalah saat aku mendampingi beliau (bos ku) dalam tugas, waktu kami masuk di lobby itu ada seorang perempuan paruh baya yang memperhatikan aku sedang bersama beliau, tapi aku tidak menyadari bahwa ada orang yang melihatku dengan tatapan penuh selidik. Sesampai di ruang kerja, bos ku berkata, "Itu tadi br ****** istrinya si **** itu, kakak mu itu", kata bos ku, tapi aku berfikir akh..begitu banyak br ****** di sana, aku tidak berpikir lebih jauh tentang itu, lalu bos ku berkata lagi dan menceritakan bahwa mertua perempuan itulah namboru yang pernah jadi sosok cerita di keluarga kami. Aku kaget bukan main, koq sampai sejauh ini aku ga tau ya? Akh..biarlah,siapa lah aku harus mengetahui semuanya tentang mereka. Namun yang paling menarik perhatian ku saat bos ku berkata,
"Gak susah kau mendapatkan 1M dari dia seandainya kau mau jadi makelar buat dia".
"Apa?? 1M?? Nilai yang sangnt fantastik, hanya perlu berkata sedikit saja sama bos aku bisa dapat 1M?"
Akh..tidak...di saat inilah iman ku sedang diuji, antara uang 1M, keluarga dan kesetiaan ku sama Tuhan sedang dipertaruhkan. Tapi...tidak...tidak...hati kecil ku tegas berkata tidak, aku ingat lagi bagaimana dulu dia tidak pernah mengenal kami, aku ingat lagi saat dia masih duduk di kursi jabatannya apa yang sudah dilakukannya untuk bona pasogit ku 'Narumonda' tidak ada yang istimewa, korupsi saja yang diperbanyak, dan sekarang setelah semuanya terbongkar dia mau melirik kami.. Tidak..tidak..ketahuilah, itulah hukuman Tuhan atas kelalaian nya selama ini. Dan aku tidak akan dibutakan uang 1M itu, Tuhan pasti akan memberiku lebih dari jumlah tersebut.
Hmm..satu ujian berhasil kulalui, aku hanya bisa bersyukur pada Nya atas segala penyertaan Nya kepada ku. Aku tahu, aku tak akan mampu tuk lewati semua ini tanpa Kuasa dan Pengasihan Nya.
Praise The Lord.
@@MIDNIGHT IN JAKARTA@@
Sendiri ku merenung, menatap bola lampu kamar ku yang terang benderang. Hmm...udah kebiasaan ga bisa bobok kalo gelap.
Sepi memang, tanpa teman, tanpa musik yang selalu menemani hariku.
Ku tanya hatiku, apa sebenarnya yang terjadi? Apa aku salah?
Aku tidak benci dengan teguran, aku menginginkan pengajaran yang selalu dan selalu.
Yah....hanya DIA, hanya DIA lah tempat curhat ku yang sejati. DIA tak pernah menolakku, DIA tak pernah bosan mendengar keluhanku, kisahku. DIA tak pernah membuat jarak kepadaku walau aku tak akan pernah bisa pantas bersimpuh di kaki-NYA, karena ku adalah orang berdosa. Tapi DIA tidak memandangku sebagai orang berdosa, DIA memandangku sebagai seorang sahabat, dengan senyum yang tulus DIA katakan padaku, "Mari sahabatKU, ceritakan apa yang ada di hatimu."
Yaa... DIA tidak pernah sekalipun marah, walau aku kadang tersilap kata bercerita denganNYA, dengan lembut DIA menegurku, "Itu gak baik Net, jangan ngomong kayak gitu lagi ya" kataNYA dengan amat manis di telingaku.
TUHAN...ku butuh ENGKAU selalu, disaat ku senang, bahagia, sepi, sedih, menangis, terluka, dan disaat kesendirianku ini.
TUHAN... ku bobok dulu ya, temenin aku ya TUHAN, kalo bahasaku gaul banget ga papa kan TUHAN??
(lagi galau)
Sepi memang, tanpa teman, tanpa musik yang selalu menemani hariku.
Ku tanya hatiku, apa sebenarnya yang terjadi? Apa aku salah?
Aku tidak benci dengan teguran, aku menginginkan pengajaran yang selalu dan selalu.
Yah....hanya DIA, hanya DIA lah tempat curhat ku yang sejati. DIA tak pernah menolakku, DIA tak pernah bosan mendengar keluhanku, kisahku. DIA tak pernah membuat jarak kepadaku walau aku tak akan pernah bisa pantas bersimpuh di kaki-NYA, karena ku adalah orang berdosa. Tapi DIA tidak memandangku sebagai orang berdosa, DIA memandangku sebagai seorang sahabat, dengan senyum yang tulus DIA katakan padaku, "Mari sahabatKU, ceritakan apa yang ada di hatimu."
Yaa... DIA tidak pernah sekalipun marah, walau aku kadang tersilap kata bercerita denganNYA, dengan lembut DIA menegurku, "Itu gak baik Net, jangan ngomong kayak gitu lagi ya" kataNYA dengan amat manis di telingaku.
TUHAN...ku butuh ENGKAU selalu, disaat ku senang, bahagia, sepi, sedih, menangis, terluka, dan disaat kesendirianku ini.
TUHAN... ku bobok dulu ya, temenin aku ya TUHAN, kalo bahasaku gaul banget ga papa kan TUHAN??
(lagi galau)
Sabtu, 22 Oktober 2011
"DOORPRIZE ITU JATUH PADA ORANG YANG TEPAT"
Doorprize (hadiah utama) itu jatuh pada orang yang tepat. Itulah
kesimpulan pribadi saya atas apa yang saya saksikan sendiri tadi di Gereja
pada Pesta Jubileum HKBP Jaka Sampurna yang berlangsung hari ini 22 Mei
2011.
Betapa tidak, selama saya aktif di kegiatan naposo di Gereja ini kurang lebih satu setengah tahun ini, baru kali ini saya lihat Gereja menghadiahkan sebuah sepeda motor sebagai doorprizenya, biasanya paling keren itu kulkas atau TV. Mungkin euforia jubileum 150 tahun HKBP inilah yang menjadi pemicu Gereja-gereja HKBP dan khususnya Gereja kami HKBP Jaka Sampurna mengadakan perayaan meriah dan menyediakan hadiah-hadiah menarik tentunya.
Sejak pagi hari, saat acara mulai berlangsung, para jemaat sudah memadati gedung Gereja, bahkan aula yang berada di lantai bawah juga dipenuhi oleh jemaat karena daya tampung ruang kebaktian yang ada di lantai dua tidak mencukupi lagi untuk menampung seluruh jemaat yang ada. Biasanya Gereja kami mengadakan empat sesion kebaktian (pagi, siang, ibsus, dan sore). Namun karena hari ini dilaksanakan Perayaan Pesta Jubileum 150 tahun HKBP, maka kebaktian hanya sekali saja yaitu pada pukul 9.30 wib. Itulah sebabnya ruang kebaktian Gereja tidak bisa menampung seluruh jemaat yang hadir pada saat itu.
Pesta berlangsung sangat meriah, dan panitia juga mengundang beberapa artis Batak yang sudah cukup populer untuk memeriahkan acara, antaralain RNB Trio, GRANADA VOICE, ASAPOS GRUP dan juga Uninguningan khas Batak. Ada juga artis-artis lokal (jemaat Gereja) yang tidak kalah hebat dari artis-artis tersebut yang turut menyumbangkan suaranya serta dilelang untuk dana pembangunan huria.
Pada puncak acara, yaitu pada penarikan undian kupon untuk pemenang hadiah doorprize sebuah sepeda motor, saya dan mungkin juga seluruh jemaat HKBP Jaka Sampurna harap-harap cemas menanti kupon siapakah yang akan terundi sebagai pemenang? Begitu amang Pendeta mencabut satu lembar kupon dari tumpukan kupon-kupon undian itu, dan disaksikan oleh beberapa orang saksi, guna keabsahan penarikan undian, setelah dinyatakan kupon sah oleh saksi, kemudian nomor undian kuponpun diumumkan. Seluruh pemegang kupon yang masih hadir di situ memeriksa kupon masing-masing, namun ditunggu beberapa saat kemudian tidak ada pemegang kupon yang berdiri dan menyatakan kuponnyalah yang menang. Berhubung karena semua jemaat menyatakan pemenang nomor kupon tersebut batal maka panitiapun menyatakan batal dan harus dicabut satu nomor kembali.
Lalu Amang Pendeta pun mengacak dan mencabut satu kupon kembali, masih dengan harap-harap cemas mendengar nomor kupon pemenang, saya dan semua jemaat mungkin berharap akan jadi pemenang hadiah utama. Namun apa hendak dikata setelah panitia mengumumkan pemenang adalah nomor undian sekian saya hanya mendengar komentar dari kiri kanan, "haaaa...kagak dapat."
Lalu tiba-tiba Didi, lelaki kurus berkacamata itu melompat kegirangan.
"Horeee...saya dapat..saya dapat."
Nyaris semua mata tertuju padanya, aduh..beruntung banget dia yah.
Mang Didi, ya dialah orangnya pemenang hadiah utama sebuah sepeda motor itu. Didi adalah lelaki Betawi yang masih beragama non Kristen yang bekerja sebagai penjaga Gereja sekaligus sebagai pesuruh Gereja. Mang Didilah yang paling tercapek (fisikly) dalam hal aktivitas-aktivitas yang berlangsung di Gereja. Pria sederhana bertubuh kurus ini selalu ada di Gereja untuk membereskan Gereja, mengecek peralatan sound system, disuruh beli ini itu keperluan Gereja, bahkan menjagai kendaraan para jemaat. Selama saya kenal, mang Didi ini adalah orang yang ramah dan gampang mengenal orang. Bisa saya katakan mang Didi lebih mengenal aku daripada Amang Pendeta kami sendiri. Mang Didi yang mungkin saja hanya bisa bermimpi mempunyai sepeda motor tidak menyangka akan mendapat berkat seperti itu.
"Mungkin ini adalah hadiah dari Tuhan Yesus," ucapnya terbata-bata.
Bukan mungkin lagi mang Didi, itu pasti hadiah Tuhan Yesus untukmu, Tuhan Yesus melihat hatimu dan hati semua orang yang ada di situ. Kaulah orang yang pantas mendapatkan hadiah itu, tak perlu lagi kau minjam motor jika parhalado atau siapapun nyuruh kamu beli ini itu. Sekarang kamu sudah punya motor sendiri kan, hadiah dari Tuhan Yesus untuk orang sebaik kamu. Hanya satu pertanyaan seperti yang dilontarkan panitia tadi saat penyerahan hadiah itu, "Kapan saatnya kau menerima baptisan kudus dan pengakuan mu bahwa Tuhan Yesuslah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup?"
Kami semua menunggumu tuk jadi seorang Kristen yang sejati.
Camra, 2011.
***
Betapa tidak, selama saya aktif di kegiatan naposo di Gereja ini kurang lebih satu setengah tahun ini, baru kali ini saya lihat Gereja menghadiahkan sebuah sepeda motor sebagai doorprizenya, biasanya paling keren itu kulkas atau TV. Mungkin euforia jubileum 150 tahun HKBP inilah yang menjadi pemicu Gereja-gereja HKBP dan khususnya Gereja kami HKBP Jaka Sampurna mengadakan perayaan meriah dan menyediakan hadiah-hadiah menarik tentunya.
Sejak pagi hari, saat acara mulai berlangsung, para jemaat sudah memadati gedung Gereja, bahkan aula yang berada di lantai bawah juga dipenuhi oleh jemaat karena daya tampung ruang kebaktian yang ada di lantai dua tidak mencukupi lagi untuk menampung seluruh jemaat yang ada. Biasanya Gereja kami mengadakan empat sesion kebaktian (pagi, siang, ibsus, dan sore). Namun karena hari ini dilaksanakan Perayaan Pesta Jubileum 150 tahun HKBP, maka kebaktian hanya sekali saja yaitu pada pukul 9.30 wib. Itulah sebabnya ruang kebaktian Gereja tidak bisa menampung seluruh jemaat yang hadir pada saat itu.
Pesta berlangsung sangat meriah, dan panitia juga mengundang beberapa artis Batak yang sudah cukup populer untuk memeriahkan acara, antaralain RNB Trio, GRANADA VOICE, ASAPOS GRUP dan juga Uninguningan khas Batak. Ada juga artis-artis lokal (jemaat Gereja) yang tidak kalah hebat dari artis-artis tersebut yang turut menyumbangkan suaranya serta dilelang untuk dana pembangunan huria.
Pada puncak acara, yaitu pada penarikan undian kupon untuk pemenang hadiah doorprize sebuah sepeda motor, saya dan mungkin juga seluruh jemaat HKBP Jaka Sampurna harap-harap cemas menanti kupon siapakah yang akan terundi sebagai pemenang? Begitu amang Pendeta mencabut satu lembar kupon dari tumpukan kupon-kupon undian itu, dan disaksikan oleh beberapa orang saksi, guna keabsahan penarikan undian, setelah dinyatakan kupon sah oleh saksi, kemudian nomor undian kuponpun diumumkan. Seluruh pemegang kupon yang masih hadir di situ memeriksa kupon masing-masing, namun ditunggu beberapa saat kemudian tidak ada pemegang kupon yang berdiri dan menyatakan kuponnyalah yang menang. Berhubung karena semua jemaat menyatakan pemenang nomor kupon tersebut batal maka panitiapun menyatakan batal dan harus dicabut satu nomor kembali.
Lalu Amang Pendeta pun mengacak dan mencabut satu kupon kembali, masih dengan harap-harap cemas mendengar nomor kupon pemenang, saya dan semua jemaat mungkin berharap akan jadi pemenang hadiah utama. Namun apa hendak dikata setelah panitia mengumumkan pemenang adalah nomor undian sekian saya hanya mendengar komentar dari kiri kanan, "haaaa...kagak dapat."
Lalu tiba-tiba Didi, lelaki kurus berkacamata itu melompat kegirangan.
"Horeee...saya dapat..saya dapat."
Nyaris semua mata tertuju padanya, aduh..beruntung banget dia yah.
Mang Didi, ya dialah orangnya pemenang hadiah utama sebuah sepeda motor itu. Didi adalah lelaki Betawi yang masih beragama non Kristen yang bekerja sebagai penjaga Gereja sekaligus sebagai pesuruh Gereja. Mang Didilah yang paling tercapek (fisikly) dalam hal aktivitas-aktivitas yang berlangsung di Gereja. Pria sederhana bertubuh kurus ini selalu ada di Gereja untuk membereskan Gereja, mengecek peralatan sound system, disuruh beli ini itu keperluan Gereja, bahkan menjagai kendaraan para jemaat. Selama saya kenal, mang Didi ini adalah orang yang ramah dan gampang mengenal orang. Bisa saya katakan mang Didi lebih mengenal aku daripada Amang Pendeta kami sendiri. Mang Didi yang mungkin saja hanya bisa bermimpi mempunyai sepeda motor tidak menyangka akan mendapat berkat seperti itu.
"Mungkin ini adalah hadiah dari Tuhan Yesus," ucapnya terbata-bata.
Bukan mungkin lagi mang Didi, itu pasti hadiah Tuhan Yesus untukmu, Tuhan Yesus melihat hatimu dan hati semua orang yang ada di situ. Kaulah orang yang pantas mendapatkan hadiah itu, tak perlu lagi kau minjam motor jika parhalado atau siapapun nyuruh kamu beli ini itu. Sekarang kamu sudah punya motor sendiri kan, hadiah dari Tuhan Yesus untuk orang sebaik kamu. Hanya satu pertanyaan seperti yang dilontarkan panitia tadi saat penyerahan hadiah itu, "Kapan saatnya kau menerima baptisan kudus dan pengakuan mu bahwa Tuhan Yesuslah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup?"
Kami semua menunggumu tuk jadi seorang Kristen yang sejati.
Camra, 2011.
***
Jumat, 21 Oktober 2011
TAK SELAMANYA BOHONG ITU DOSA
(cerpen)
Rida, gadis manis itu berkali-kali menghela napas panjang untuk sekedar melonggarkan rongga dada nya yang serasa sesak berdempet-dempetan bak penumpang kereta kelas ekonomi. Betapa tidak, orang yang sudah dianggapnya sebagai paman nya tega membohongi dan mencoba menipunya.
Berawal dari undangan job party yang diterimanya dari Raul (raja ulok) yang nota bene masih semarganya dan Rida tak sedikit pun menaruh curiga padanya. Rida sudah menganggap Raul sebagai paman nya. Rida yang sudah sering menerima tawaran dan job menyanyi di acara-acara perkawinan, bona taon maupun acara showtime mengiyakan undangan paman nya Raul untuk menyanyi di acara bona taon yang diadakan di salah satu gedung pemerintahan tanpa menanyakan pasti berapa honor bayaran nya. Rida begitu yakin dengan paman nya itu.
"Jangan sampai lupa ya inang ya, hari sabtu ini, langsung aja nanti ke gedung tempat acaranya," Raul mengingatkan melalui telepon.
"Iya Uda," balas Rida.
Tiba di hari H, Rida pun menunaikan tugasnya mengisi acara sebagai penyanyi di perhelatan itu. Setelah selesai acara Rida menghampiri Raul untuk serah terima honor. Raul sudah terlebih dahulu meminta honor itu dari panitia. Namun begitu Rida menanyakan honornya, cepat-cepat Raul berkilah,
"Nantilah inang ya kuantar ke rumah, kau masih tinggal di situ kan?"
"Ya udah, ku tunggu nanti di rumah," sahut Rida sedikit kurang puas.
Bagaimana bisa puas, selama Rida menjalani karir menyanyi, baru kali ini honor nya dibayarkan kemudian, aneh memang, arghhh... Rida mulai curiga, teringat waktu dulu Raul pernah tidak membayar honor nya saat menyanyi di sebuah cafe milik Raul. Waktu itu cafe nya bangkrut jadi Rida tidak menuntut bayaran honor itu lagi dari Raul. Padahal sebenarnya sewaktu cafe di over bukan tak bisa membayar honor penyanyi-penyanyi nya. Tapi niat Raul tidak ada sedikitpun untuk membayar utang-utang nya.
Huuufff..... Rida menarik nafas panjang lagi, apa yang dikhawatirkan nya benar-benar terjadi. Dua hari setelah acara itu Raul masih bisa dihubungi. Rida mencoba menghubungi nomor hp Raul, namun berkali-kali Rida menelepon, tidak diangkat juga. Rida mengirimkan pesan singkat,
"Uda.. mana honor saya, koq ga diantar, itu mau bayar uang kuliah Uda, tolong lah," begitu isi sms Rida.
Namun Raul tetap tidak menanggapi. Esok harinya Rida coba menelepon kembali, tapi apa.. hp Raul dinonaktifkan. Masih bersabar Rida kembali mengirimkan sms,
"Uda, anterin ke Indah Cafe aja ya, aku nyanyi di situ sekarang," sms Rida.
Tak sedikitpun ada balasan dari Raul. Gak salah lagi memang, Raul memang benar-benar ingin menipu Rida. Tapi bukan Rida namanya kalau sampai kehilangan akal. Habis sudah kesabaran nya. Rida ingat lagi di waktu acara itu ada ketemu dengan Uda semarganya yang punya pengaruh cukup besar di acara itu, yaaah... Uda Kolonel itu, pikir Rida dalam hati. Tidak kehilangan akal Rida pun mengirimkan sms ke Raul
"Jangan Uda kira aku orang bodoh yang bisa Uda bodoh-bodohi, sudah saya bilang saya mau bayar uang kuliah, tapi tak sedikit pun ada itikad baik dari Uda memberikan honor itu. Oke baiklah jangan salahkan saya jika nanti saya bertindak, saya tunggu dalam 2 hari ini kalau tidak ada itikad baik dari Uda, terpaksa saya akan laporkan ini sama Uda Kolonel itu, untung kemarin saya sempat minta no hp Uda itu. Sebenarnya saya tidak ingin mempermalukan Uda gara-gara uang segitu, tapi saya juga tidak sudi dibohong-bohong i, kesabaran orang ada batasnya Uda."
Demikian bunyi pesan panjang yang dikirimkan Rida. Padahal itu hanya akal-akalan Rida saja untuk menggertak Raul, sebenarnya Rida tidak ada minta dan tidak tahu no hp Pak Kolonel yang cukup disegani itu. Dan ternyata berhasil, taktik Rida menggertak Raul dengan kebohongan manis nya itu berhasil. Tiba-tiba Raul menelepon Rida,
"Iya..iya..nanti saya antarkan ya, baru pulang dari Kaltim ini, jangan marah ya inang!"
Huuhh... dasar orang tua tak pantas dihormati, masih saja berkilah, bertambah lagi dosamu...
Namun tak cukup sampai disitu, dia tambah lagi pundi-pundi dosanya. Mungkin karena tidak punya muka lagi bertemu dengan Rida, Raul menyuruh anak lajang keponakan nya menyerahkan honor tersebut pada Rida. Rida menerima dan menghitungnya, hanya sekian... Sungguh di bawah standard honor selayaknya.
"Koq cuma segini, mana Uda itu?"
"Aku gak tau, aku cuma disuruh nyampein segitu," papar si anak muda itu.
Huuh.. dasar, berusaha menahan kesal nya Rida berdoa dalam hati..
"Tuhan... Aku tau, Engkau pasti akan memberi rezeki yang berlipat ganda padaku, lebih dari rezeki orang tua yang jahat itu. Ini pelajaran bagiku Tuhan, pasti ada hikmah dibalik semua itu. Ubahkan hati orang tua itu Tuhan, karena saya masih menghargainya lebih dari sekedar honor itu".
***
Sekian
kosakata:
bona taon = acara syukuran ulang tahun.
in ang = ibu, panggilan lazim pada anak perempuan.
uda = paman, adik laki-laki dari bapak.
Rida, gadis manis itu berkali-kali menghela napas panjang untuk sekedar melonggarkan rongga dada nya yang serasa sesak berdempet-dempetan bak penumpang kereta kelas ekonomi. Betapa tidak, orang yang sudah dianggapnya sebagai paman nya tega membohongi dan mencoba menipunya.
Berawal dari undangan job party yang diterimanya dari Raul (raja ulok) yang nota bene masih semarganya dan Rida tak sedikit pun menaruh curiga padanya. Rida sudah menganggap Raul sebagai paman nya. Rida yang sudah sering menerima tawaran dan job menyanyi di acara-acara perkawinan, bona taon maupun acara showtime mengiyakan undangan paman nya Raul untuk menyanyi di acara bona taon yang diadakan di salah satu gedung pemerintahan tanpa menanyakan pasti berapa honor bayaran nya. Rida begitu yakin dengan paman nya itu.
"Jangan sampai lupa ya inang ya, hari sabtu ini, langsung aja nanti ke gedung tempat acaranya," Raul mengingatkan melalui telepon.
"Iya Uda," balas Rida.
Tiba di hari H, Rida pun menunaikan tugasnya mengisi acara sebagai penyanyi di perhelatan itu. Setelah selesai acara Rida menghampiri Raul untuk serah terima honor. Raul sudah terlebih dahulu meminta honor itu dari panitia. Namun begitu Rida menanyakan honornya, cepat-cepat Raul berkilah,
"Nantilah inang ya kuantar ke rumah, kau masih tinggal di situ kan?"
"Ya udah, ku tunggu nanti di rumah," sahut Rida sedikit kurang puas.
Bagaimana bisa puas, selama Rida menjalani karir menyanyi, baru kali ini honor nya dibayarkan kemudian, aneh memang, arghhh... Rida mulai curiga, teringat waktu dulu Raul pernah tidak membayar honor nya saat menyanyi di sebuah cafe milik Raul. Waktu itu cafe nya bangkrut jadi Rida tidak menuntut bayaran honor itu lagi dari Raul. Padahal sebenarnya sewaktu cafe di over bukan tak bisa membayar honor penyanyi-penyanyi nya. Tapi niat Raul tidak ada sedikitpun untuk membayar utang-utang nya.
Huuufff..... Rida menarik nafas panjang lagi, apa yang dikhawatirkan nya benar-benar terjadi. Dua hari setelah acara itu Raul masih bisa dihubungi. Rida mencoba menghubungi nomor hp Raul, namun berkali-kali Rida menelepon, tidak diangkat juga. Rida mengirimkan pesan singkat,
"Uda.. mana honor saya, koq ga diantar, itu mau bayar uang kuliah Uda, tolong lah," begitu isi sms Rida.
Namun Raul tetap tidak menanggapi. Esok harinya Rida coba menelepon kembali, tapi apa.. hp Raul dinonaktifkan. Masih bersabar Rida kembali mengirimkan sms,
"Uda, anterin ke Indah Cafe aja ya, aku nyanyi di situ sekarang," sms Rida.
Tak sedikitpun ada balasan dari Raul. Gak salah lagi memang, Raul memang benar-benar ingin menipu Rida. Tapi bukan Rida namanya kalau sampai kehilangan akal. Habis sudah kesabaran nya. Rida ingat lagi di waktu acara itu ada ketemu dengan Uda semarganya yang punya pengaruh cukup besar di acara itu, yaaah... Uda Kolonel itu, pikir Rida dalam hati. Tidak kehilangan akal Rida pun mengirimkan sms ke Raul
"Jangan Uda kira aku orang bodoh yang bisa Uda bodoh-bodohi, sudah saya bilang saya mau bayar uang kuliah, tapi tak sedikit pun ada itikad baik dari Uda memberikan honor itu. Oke baiklah jangan salahkan saya jika nanti saya bertindak, saya tunggu dalam 2 hari ini kalau tidak ada itikad baik dari Uda, terpaksa saya akan laporkan ini sama Uda Kolonel itu, untung kemarin saya sempat minta no hp Uda itu. Sebenarnya saya tidak ingin mempermalukan Uda gara-gara uang segitu, tapi saya juga tidak sudi dibohong-bohong i, kesabaran orang ada batasnya Uda."
Demikian bunyi pesan panjang yang dikirimkan Rida. Padahal itu hanya akal-akalan Rida saja untuk menggertak Raul, sebenarnya Rida tidak ada minta dan tidak tahu no hp Pak Kolonel yang cukup disegani itu. Dan ternyata berhasil, taktik Rida menggertak Raul dengan kebohongan manis nya itu berhasil. Tiba-tiba Raul menelepon Rida,
"Iya..iya..nanti saya antarkan ya, baru pulang dari Kaltim ini, jangan marah ya inang!"
Huuhh... dasar orang tua tak pantas dihormati, masih saja berkilah, bertambah lagi dosamu...
Namun tak cukup sampai disitu, dia tambah lagi pundi-pundi dosanya. Mungkin karena tidak punya muka lagi bertemu dengan Rida, Raul menyuruh anak lajang keponakan nya menyerahkan honor tersebut pada Rida. Rida menerima dan menghitungnya, hanya sekian... Sungguh di bawah standard honor selayaknya.
"Koq cuma segini, mana Uda itu?"
"Aku gak tau, aku cuma disuruh nyampein segitu," papar si anak muda itu.
Huuh.. dasar, berusaha menahan kesal nya Rida berdoa dalam hati..
"Tuhan... Aku tau, Engkau pasti akan memberi rezeki yang berlipat ganda padaku, lebih dari rezeki orang tua yang jahat itu. Ini pelajaran bagiku Tuhan, pasti ada hikmah dibalik semua itu. Ubahkan hati orang tua itu Tuhan, karena saya masih menghargainya lebih dari sekedar honor itu".
***
Sekian
kosakata:
bona taon = acara syukuran ulang tahun.
in ang = ibu, panggilan lazim pada anak perempuan.
uda = paman, adik laki-laki dari bapak.
CURAHAN HATI PART.2
Baru saja mendengar alunan lagu "The Power of Love" yang diputar
tetangga sebelah, hmm..jelas banget lagunya hinggap ditelingaku.
"Cause I'm your lady, and you are my man, whenever you reach for me, I'll do all that I can..
Where heading for something, somewhere I've never been sometimes I'm frightened but I'm ready to learn, but the power of love.."
Cukup lama ku termenung, terhanyut dalam alunan lagu yang begitu syahdu ini, ku teringat dengan mu, yeah... Akulah gadismu, cintamu, dan kau adalah priaku, kekasih hatiku..
Walau kau jauh di mataku, tapi kau ada di hatiku.
Kau tau gak, saat ini begitu banyak yang ingin mencoba menggeser posisimu dari hatiku, mereka semua sangat baik, aku saja sampai takut tergoda dengan mereka, tapi itu hanya sepintas lalu saja, ketertarikanku pada mereka hanya sesaat saja, selintas karena kebaikan mereka saja, namun dihatiku hanya kamu dan kamu dan kamu saja. Aku tidak bisa membohongi hatiku.
Kau tau gak, begitu banyak mereka yang katakan aku bodoh, mengharap sesuatu yang tidak mungkin, begitu kata mereka.
Oh..benarkah demikian? Jawab aku, benarkah itu? Apakah aku mengharap sesuatu yang tidak mungkin?
Sementara di depan matamu begitu banyak yang istimewa, oh..iyakah?
hmm...lebih kaya bisa jadi, lebih indah mungkin juga, tapi lebih spesial? Tidak...tidak... You are everything that special for me, my heart said.
Aku yakin waktu kita sudah dekat, aku tahu itu.
Dan aku hanya ingin menjaga keutuhan hatiku di akhir waktu yang tersisa ini.
Karena akulah gadismu, dan kau adalah priaku, kekasih hatiku.
LOVE,
Jenet.
"Cause I'm your lady, and you are my man, whenever you reach for me, I'll do all that I can..
Where heading for something, somewhere I've never been sometimes I'm frightened but I'm ready to learn, but the power of love.."
Cukup lama ku termenung, terhanyut dalam alunan lagu yang begitu syahdu ini, ku teringat dengan mu, yeah... Akulah gadismu, cintamu, dan kau adalah priaku, kekasih hatiku..
Walau kau jauh di mataku, tapi kau ada di hatiku.
Kau tau gak, saat ini begitu banyak yang ingin mencoba menggeser posisimu dari hatiku, mereka semua sangat baik, aku saja sampai takut tergoda dengan mereka, tapi itu hanya sepintas lalu saja, ketertarikanku pada mereka hanya sesaat saja, selintas karena kebaikan mereka saja, namun dihatiku hanya kamu dan kamu dan kamu saja. Aku tidak bisa membohongi hatiku.
Kau tau gak, begitu banyak mereka yang katakan aku bodoh, mengharap sesuatu yang tidak mungkin, begitu kata mereka.
Oh..benarkah demikian? Jawab aku, benarkah itu? Apakah aku mengharap sesuatu yang tidak mungkin?
Sementara di depan matamu begitu banyak yang istimewa, oh..iyakah?
hmm...lebih kaya bisa jadi, lebih indah mungkin juga, tapi lebih spesial? Tidak...tidak... You are everything that special for me, my heart said.
Aku yakin waktu kita sudah dekat, aku tahu itu.
Dan aku hanya ingin menjaga keutuhan hatiku di akhir waktu yang tersisa ini.
Karena akulah gadismu, dan kau adalah priaku, kekasih hatiku.
LOVE,
Jenet.
CURAHAN HATI PART.1
Malam yang selalu ku nanti
Ada rindu yang menggelora
Hanya menatap saja
Lebih dari dahaga yang terpuaskan
Jangan pernah biarkan lagi aku pergi
Dari semua mimpi yang kan kau gapai.
***
(puisi ini saya coba tuliskan kembali dalam bahasa Batak, mungkin akan lebih mengena)
Borngin na sai hupaima
Adong sihol na marsigorgor
Tung holan manatap sambing
Lobi sian uas na pinainumhon
Unang paloas be au mijur
Sian sude nipi nanaeng sieahanmu.
*saya angkat kembali dalam catatan, karena puisi ini tercipta oleh rasa dan cinta.
CamRa, 22 05 11
Jenet Marpaung
Ada rindu yang menggelora
Hanya menatap saja
Lebih dari dahaga yang terpuaskan
Jangan pernah biarkan lagi aku pergi
Dari semua mimpi yang kan kau gapai.
***
(puisi ini saya coba tuliskan kembali dalam bahasa Batak, mungkin akan lebih mengena)
Borngin na sai hupaima
Adong sihol na marsigorgor
Tung holan manatap sambing
Lobi sian uas na pinainumhon
Unang paloas be au mijur
Sian sude nipi nanaeng sieahanmu.
*saya angkat kembali dalam catatan, karena puisi ini tercipta oleh rasa dan cinta.
CamRa, 22 05 11
Jenet Marpaung
AKU DAN MERAHKU...
.
Aku adalah MERAHku.
MERAH adalah warnaku.
MERAH...bisa jadi karakterku.
MERAH itu DARAH
simbol kehidupan, keberanian dan semangat hidup.
MERAH itu API..
Panas, menyala dan membakar
MERAH itu MAWAR
Cantik, wangi dan mempesona..
MERAH itu AKU
AKU dan MERAHku.
CamRa, 13 05 11
Jenet Marpaung
Aku adalah MERAHku.
MERAH adalah warnaku.
MERAH...bisa jadi karakterku.
MERAH itu DARAH
simbol kehidupan, keberanian dan semangat hidup.
MERAH itu API..
Panas, menyala dan membakar
MERAH itu MAWAR
Cantik, wangi dan mempesona..
MERAH itu AKU
AKU dan MERAHku.
CamRa, 13 05 11
Jenet Marpaung
Langganan:
Postingan (Atom)