NETTI NATARIDA MARPAUNG
WELLCOME TO MY BLOG..
I'M A DREAMER, AND I WANNA MAKE MY DREAMS COME TRUE.
Jumat, 30 Desember 2011
Senin, 12 Desember 2011
KUMPULAN STATUS KU
SELAMA KAMU MASIH MEMPERTAHANKAN GENGSI, SELAMA ITU JUGA KAMU AKAN MENDERITA.
jenet121211
KEBAHAGIAAN
YANG SEJATI DIRASAKAN, BUKANLAH DI SAAT KAMU BISA MENDAPATKAN SEGALA
YANG KAMU INGINKAN, TETAPI DI SAAT KAMU BISA MEMBERI APA YANG JUSTRU
KAMU INGINKAN.
Jenet111211
MANUSIA BISA KITA UJI, TETAPI TUHAN TIDAK SEORANG PUN YANG MAMPU MENGUJINYA.
Lelaki sejati adalah lelaki yang berani menolak berjuta wanita demi seorang wanita yg dicintainya.
Lelaki sejati adalah lelaki yang berani berkorban harga diri demi mendapatkan wanita yang dicintainya.
***
Tugas mu adalah BELAJAR DAN BERUSAHA.
Tentang hasil dan masa depan itu bukan urusanmu..
Bagaimana mungkin seorang Bapa memberikan ikan jika anaknya meminta roti?
Apalagi BAPA mu yang MAHA BAIK itu, sedang tidak kau pinta DIA memberi, apalagi kau berusaha keras untuk memintanya,
MUNGKINKAH TIDAK DIBERIKAN-NYA???
***
"ORANG YANG BENAR-BENAR BERISI TIDAK AKAN BANYAK NGOMONG, INGAT SAJA ILMU PADI."
***
~AKU TATAP TRIBUN ITU DARI KEJAUHAN..
~TERBERSIT CITA DALAM NALURIKU..
~SUATU SAAT AKU PASTI BISA BERDIRI DI SANA..
(@GBK041211)
BEGITU SIA-SIA NYA CINTA YANG KAMU PUNYA, JIKA KAMU TIDAK PUNYA KEBERANIAN UNTUK MENGUNGKAPKANNYA.
***
UNANG MA MANGAPIAN MARNIDA KESUKSESAN NI SASAHALAK DONGAN..
Jika kita mau berusaha dan pantang menyerah, kita pun akan mendapatkan
kesuksesan tersendiri, setiap orang punya zaman keemasan nya...
***
BERSYUKUR ADALAH OBAT YANG PALING MUJARAB UNTUK MENGHILANGKAN RASA CAPEK YANG BERLEBIH..
***
TAK ADA YANG BISA MEMBUAT KAMU BAHAGIA SELAIN DIRIMU SENDIRI DAN ORANG YANG KAMU CINTAI..
TEMUKAN LAH ORANG-ORANG ITU, DAN RAIH BAHAGIAMU..
***
JIKA DALAM MIMPI KU BISA..
AKU YAKIN DALAM NYATA KU JUGA BISA..
ASAL TUHAN YANG MEMAMPUKAN AKU..
***
Aku bisa terlihat tak peduli meski sebenarnya ku peduli..
Aku bisa terlihat tak butuh meski sebenarnya ku butuh..
Aku bisa terlihat tegar meski sebenarnya ku rapuh..
Aku bisa terlihat bahagia tanpamu meski sebenarnya ku tersiksa...
Itu semua kulakukan karena tekad ku yang kuat saat ku berkata padamu...
... "AKU TAK AKAN MENINGGALKAN JAKARTA, SEBELUM KU BISA MENUNJUKKAN JATI DIRIKU YANG SESUNGGUHNYA"
(a year ago, I said for u and my family)
My families said : "SIKERAS KEPALA, NAJUGULAN HO MEMANG"
lalu kamu, APA YANG KAMU KATAKAN???
***
KEBAHAGIAAN DAN BUDI YG BAIKLAH YG AKAN ABADI
***
BELAJARLAH DARI KESALAHAN, TIDAK USAH MALU UNTUK BANGKIT BERDIRI, SEBAB SEMUA ORANG PASTI PERNAH MELAKUKAN KESALAHAN, BEDANYA TIDAK SEMUA ORANG BISA BANGKIT DAN MENGAKUI KESALAHANNYA.
***
JANGAN PERNAH PEDULIKAN APA PUN OMONGAN NEGATIF DARI ORANG2 TENTANG MU, MEREKA HANYA SIRIK DGN KELEBIHAN MU..
SO LET'S GOING ON....
KAU TAU APA YG TERBAIK TUK KAMU LAKUKAN JECQ.....
I LOVE YOU.....
(its the voice of My Lord for me....)
YESS...I LOVE U TOO MY LORD...
***
Ilmu baru, TERNYATA SEBUAH TUDUHAN JELEK ATAUPUN EJEKAN BISA KITA MODIFIKASI MENJADI SEBUAH KATA2 YG INDAH, ini pengalaman sy:
seseorang menuduh sy "MATA HEPENGON" tanpa berdasarkan fakta yg jelas.
Saya diam sejenak, berfikir bgmn menjawab dgn benar & tepat, so I
say that:
"MUNGKIN BENAR YA SAYA MATA HEPENGON, SOALNYA SETIAP YG
SAYA PANDANG & LIHAT PASTI AKAN BISA MENGHASILKAN DUIT, TUHAN MAHA
BAIK PD SY, SEHINGGA SETIAP APAPUN YG SY LIHAT DAN LAKUKAN BS BERUBAH JD
UANG".
(sy bisa pastikan tuh org yg menuduh akan diam tak berkutik)
~~MENDEKATLAH...BUANG SEMUA GENGSI DAN RAGU..
SUDAH TERLALU LAMA KITA MENYIMPAN HARGA DIRI BERLEBIH..
YANG HANYA MENYIKSA DIRI KITA SENDIRI..
KU SUDAH LAKUKAN, TAPI KAU TIDAK..
KU TAKUT JIKA KU MEMULAI, KAU SAKITI AKU LAGI..
APA KAU TIDAK TAU BAGAIMANA MEMBUAT KU TERSENYUM BAHAGIA???~~
Ah..hujan...datangmu hanya sebentar saja...
kau tau ku belum puas bercengkerama denganmu??
kau belum rata membasahi kota ku yang gersang...
sebab sudah sangat lama kau tidak hadir...
kemana aja sih kamu???
~~ ADA DAMAI DALAM MANIS SENYUM MU, YANG BERARTI, "AKU MASIH DI SINI UNTUK MU".~~
Kamu
msh punya masa depan yg panjang utk kamu warnai seindah mgkn dan kamu
tempatkan setinggi mungkin, agar org2 bisa melihat lukisan indah masa
depanmu, jgnlah memikirkan yg tdk terlalu penting utk dipikirkan, jika
mmg itu yg terbaik utkmu Tuhan pasti akan memberikannya pdmu, Tuhan
pasti punya alasan tersendiri mengapa Dia menjauhkanmu dari yg kau
pikirkan, Tuhan ingin menempahmu, membentukmu jd seseorang seperti yg
Dia nubuatkan kepadamu.
So... bangkitkan semangatmu Net...I want to see ur smile (^_^).
(menyemangati diri saat lg down)
~~TUHAN BELUM MENJAWAB DOAMU, KARENA TUHAN TAU KAMU MASIH SANGGUP UNTUK BERSABAR~~
~~DANG POLA GABE OTO MOLO OLO MENGALAH TU NAOTO~~
~~KEYAKINAN ITU ADA DI HATI, DAN DI DALAM PERBUATAN~~
APAPUN AGAMANYA, TUJUANNYA ADALAH SURGA, YAKINILAH AGAMAMU, DAN LAKUKAN TUJUANNYA..
(apapun makanannya, minumnya teh botol sosro)
NYAMBUNG GAK SIHHH........
Tak perlu kamu tau siapa saya skrg, saya ingin kamu tau siapa saya ke depan....
KataNya
kepadaku, "Jangan pernah tunda untuk memberikan yg baik kepada
orangtuamu, sebab sesungguhnya Aku telah menyediakan semua itu,
percayalah."
Benar banget.... lebih dari yg kuberi, Engkau berikan padaku.
Met hari Minggu yee... I love U forever.
Aku merasa istimewa jadi anak-Mu...
Kau beri aku semua yg terbaik..
dan bahkan satu hal yg selalu melekat di hatiku...
mimpi...yah mimpi...
orang sering mengatakan mimpi hanyalah bunga tidur..
... tapi buatku mimpi itu selalu berarti, bukan sekedar bunga tidur..
Kau selalu beri aku mimpi sebagai pertanda apa yg akan terjadi padaku esok..
dan semua itu kenyataan...
Semalam Kau beri aku mimpi indah, aku percaya dia adalah orang yg Kau sediakan bagiku...
Aku mohon...berilah dia keberanian dan kebahagiaan.
amin.
Jika kita berani bertindak (melakukan) sesungguhnya 90% kemenangan sdh di tangan kita.
Hanya butuh 10% utk menang, dan jika tdk berhasil persentase kegagalannya hanya 10%....
So 10% tidak lah berpengaruh dibanding 90% yg sdh ditangan.
(jenet's quote)
Makasih Tuhan buat ujian dan cobaan yg Kau berikan pdku..
Kini ku bs memandang ke dpn dgn penuh semangat dn sukacita..
Kau sucikan aku atas segala khilafku yg dulu..
Kau berikan aku jiwa yg baru..
Kalau tdk krn kesalahan itu, ku tak kan prnh tau mana yg baik dan benar..
Aku gak akan mengulang kesalahan itu tuk yg kedua kalinya..
Rumah tangga sama seperti sebuah bahtera (kapal)..
dimana suami sebagai nakhoda dan istri sebagai kompasnya..
Jika nakhodanya gak mau mengemudi gmn mau jalan yee kapalnya, trus klo
kompasnya dah gak bs nunjuk utara selatan bisa jalan2 di laut tuh kapal,
gak bakal nyampe2 dah....
Jika kelak ku punya anak, ku kan menerapkan bahasa Ibunya (Bahasa Batak) sehari-hari kepadanya.
(bercermin dari anak tetangga yg chinese, sehari2 di rumah berbahasa
chinese, miris lihat teman2ku remaja&naposo gereja udh gak bs lg
berbahasa Batak)
Sekeras-kerasnya batu karang akan hancur dengan hempasan air yg lembut.
Sekuat-kuatnya tembaga akan lebur dengan bara api.
intinya : kekerasan hanya bisa dikalahkan dengan kelembutan.
(pengalaman yg diambil dr grup GGD)
SAAT KITA BISA MENGALAHKAN EGO, DI SAAT ITULAH KITA BISA MERASAKAN INDAHNYA MENCINTA.
Jenet's quote.
Ada saatnya org2 yg tdk diperhitungkan akan terkira..
Dunia begitu dikejutkan oleh kemenangan Miss Angola Leila Lopez dlm
kontes Miss Universe. Wanita cantik berkulit hitam ini tampil
mengalahkan delapanpuluhan wanita cantik sejagad. Setelah presiden USA
sdh ada yg berkulit hitam, kini Miss Universe jg sdh ada yg berkulit
hitam.
hmmm...berarti suatu saat pasti ada boru Batak yg jd Miss Universe...kapan yaaahhh...
Bedanya PRIA TAMPAN dan PRIA SMART:
PRIA TAMPAN akan lebih memilih wanita cantik dgn kepintaran standart
krn ada rasa takut dlm dirinya jika wanita itu akn lbh mendominasi.
Tetapi PRIA SMART akan memilih wanita cantik dan pintar krn dia yakin
pasti bisa menguasai dan mengarahkan kepintaran wanita pilihannya.
Jenet's qoute.
THANKYOU LORD....
YOU SHOW ME THE WAY THAT I MUST TO CHOOSE...
Ada saatnya orang2 yang tidak diperhitungkan akan terkira.
Orang2 yang mau berusaha akan menuai hasil.
Selamat malam...
Semangat terus....
Selamat Minggu...
Ketegasan dan keceriaan itu adalah arti dari senyumnya..
Menangis itu bukan cirinya..
Tetapi kalau sampai dia menangis, itu berarti telah terjadi kepedihan yang amat dalam di hatinya..
Mampukah kau menyeka air matanya????
JIKA KU CINTA KAU TUHAN, MUNGKINKAH TIDAK KAN KAU BERIKAN ORANG YANG MENCINTAI KU SEPERTI CINTAKU KEPADAMU????
JUJUR hampir sama dengan SUKSES..
sama2 sulit melakukannya dan sama2 puas jika sudah mencapainya..
hmmm..begitulah kira2 menurut saya..
AKU BENCI KAMU, TAPI CINTA..
AKU SAYANG KAMU, TAPI KU TAK CINTA..
AKU INGIN MELUPAKAN KAMU, TAPI KU TAK BISA..
AKU INGIN BERTEMAN DENGAN KAMU, TAPI KU TAKUT ADA RASA..
(penonton bingung....kwkwkwkwkkwkwk...)
HANYA TUHAN YANG TAU BESERTA STAF-STAF NYA
BAHWA AKU CINTA KAU..
Sejujurnya ku masih ragu, tapi tolong bantu aku Tuhan mengatasi keraguanku.....
Senin, 28 November 2011
ARTI SEBUAH TANGGUNG JAWAB
Pernahkah kita memperhatikan seorang pejabat menghadiri suatu undangan atau acara? Menghadiri perayaan tujuhbelas agustusan misalnya, atau menghadiri tabligh akbar, natalan, atau juga seremonial umum yang lain. Seperti contoh, seorang camat menghadiri perayaan tujuhbelas agustusan di kecamatannya, seorang pejabat diundang ke acara tabligh akbar, atau bahkan seorang presiden menghadiri suatu acara peresmian sesuatu hal. Coba kita perhatikan, seberapa lama mereka betah mengikuti acara itu berlangsung? Apakah pernah anda melihat seorang pejabat teras yang betah duduk berlama-lama dalam suatu acara dari awal acara hingga selesai?
Menurut pengamatan saya belum pernah ada seorang pejabat teras yang betah duduk berlama-lama dalam suatu acara. Sudah jadi jawaban klise dengan dalil mengatakan masih banyak acara lagi yang mau dihadiri. Benarkah? Apakah setiap ada undangan/acara selalu saja berbarengan dengan acara yang lain? Begitukah selalu? Jika kita berfikir logika pasti kita bilang tak selalu. Tapi selalu saja kita melihat orang-orang terhormat itu tidak betah berlama-lama dalam suatu acara.
Namun pemikiran saya yang seperti itu harus saya ralat sejak dari kemarin. Saya begitu terkesan dengan seorang pemimpin HKBP Ephorus DR.Bonar Napitupulu yang saya lihat kemarin. Baru pertama kali saya melihat beliau secara langsung walaupun sudah sejak dahulu saya menjadi jemaat atau warga HKBP, di pesta Jubileum HKBP Distrik XIX Jakarta II yang saya ikuti kemarin bertempat di gedung Sport Hall Kelapa Gading Jakarta yang juga dihadiri oleh sesepuh HKBP itu. HKBP adalah organisasi ke-3 terbesar di Indonesia setelah NU dan Muhammadiyah.
Saya "jatuh cinta" kepada beliau, ya.... itu benar. Entah lah... apakah saya terlalu dini menyimpulkan penilaian baik saya terhadap beliau, apakah satu hari terlalu sedikit untuk tahu watak seorang pejabat setinggi beliau. Yang jelas saya sungguh-sungguh kagum dengan beliau, Oppung Ephorus, begitu pada umumnya beliau disebut.
Sejak awal saya lihat beliau berdiri di mimbar untuk menyampaikan khotbah di perayaan akbar itu, saya sangat suka dengan metode penyampaian khotbahnya, begitu tegas dan berapi-api. Juga pada saat menyelipkan jokes-jokes ringan dalam khotbahnya, saya kutip kalimat beliau,
"Seorang jemaat berkata, saya bersyukur Ephorus bisa hadir, jangan pernah bersyukur pada saya, kalau berterimakasih itu boleh, sebab bersyukur itu hanya diucapkan pada Allah saja, bersyukur itu berbeda dengan berterimakasih, bersyukur berasal dari kata kharis yang artinya karena anugerah Tuhan. Berterimakasih lah yang setinggi-tingginya kepada Angkatan Udara, sebab Angkatan Udara itu melayang tinggi, berterimakasih lah yang sedalam-dalamnya kepada Angkatan Laut, sebab yang paling dalam itu laut, berterimakasih lah yang seluas-luasnya kepada Angkatan Darat, sebab darat itu luas, berterimakasih lah yang sebesar-besarnya kepada polisi, sebab kalau kecil terima kasihnya bisa-bisa urusan berlanjut, berterimakasih lah yang setulus-tulusnya kepada pendeta, sebab pendeta itu selalu tulus dan tulus menerima amplop." Lalu disambut dengan gggrrrrrrrrrr.....jemaat.
Salah seorang fotographer yang hilir mudik mengambil gambar beliau saat khotbah berlangsung, tak ayal mendapat teguran langsung dari beliau, ya memang benar, khotbah adalah firman Tuhan, kita mutlak harus menghargai firman itu, sebab firman itu adalah perkataan Tuhan.
Yang paling membuat saya terkesan dengan khotbahnya yaitu, beliau begitu memahami siapa yang sedang duduk mendengarkan khotbahnya. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga turut serta dalam acara itu. Sudah barang tentu anak-anak kurang bisa mencerna materi khotbah yang disampaikan kepada orang dewasa. Dengan bahasa Indonesia nya yang sangat kental sekali dengan logat Batak, beliau mendongeng kepada anak-anak tersebut tentang seorang pangeran yang ganteng yang mau berkorban menyelamatkan seorang gadis cilik berumur 3 tahun anak seorang wanita tua pencari kayu api. Jujur, saya sangat suka dengan logat beliau.
Setelah acara ibadah selesai, dilanjutkan dengan acara manortor. Sudah lazim di saat sekarang ini manortor dilakukan dengan tortor gaya bebas. Sekali lagi dengan tegas beliau mengatakan bahwa orang tua harus memberi contoh yang baik kepada generasi muda. Manortor yang sesungguhnya itu bukanlah seperti tortor gaya bebas yang sering dilakukan kebanyakan orang saat ini.
"Dang boi mangerbang tangan so jolo manghuling sarune, ido na sasintong na. (Tidak bisa membuka telapak tangan sebelum sarune berbunyi)", kata beliau.
Bahkan saat maminta gondang beliau sempat marah kepada seorang panitia yang menyuruh jemaat tertib saat beliau sedang berbicara. Saya yang duduk menonton di tribun mendengar seorang jemaat berkata,
"Koq seorang Ephorus marah-marah?"
Lho.. apakah rasa marah bukan hal yang wajar? Tuhan Yesus saja pernah marah saat melihat orang banyak yang berjualan di bait suci, pikir saya dalam hati.
Dengan langkah tertatih beliau manortor, memimpin rombongan pendeta beserta para istri untuk manortor. Memperlihatkan kepada kami generasi muda cara manortor yang sebenarnya. Walaupun belum bisa kami terapkan namun setidaknya saya dan generasi muda lainnya yang mendengar itu bisa tahu dan mengerti cara dan bagaimana manortor yang benar.
Sampai acara selesai, di saat jemaat dan parhalado sudah banyak yang pulang, tetapi beliau dan istri masih setia duduk menunggu acara berakhir. Untuk ukuran seusia beliau yang sudah lanjut umur sebenarnya kita bisa maklum seandainya beliau lebih cepat meninggalkan acara. Tapi beliau lebih memilih tetap di situ sampai acara selesai. Kenapa ya, apa beliau yang sudah serenta itu tidak capek, saya saja yang masih muda sudah merasakan capek minta ampun? Pikir saya dalam hati. Apa sih yang mau dicari Ephorus ini sebenarnya, jika beliau hanya ingin mencari simpati orang banyak toh beliau juga sebentar lagi akan lengser dan tidak bisa lagi mencalonkan diri. Bukankah sebenarnya beliau bisa untuk sedikit berleha-leha di akhir masa jabatannya itu? Atau seperti yang sering saya baca di status-status facebook sebagian anggotanya yang mengeluhkan kepemimpinan beliau, apakah seperti itu adanya beliau? Hal kecil yang saya lihat dari keberadaan beliau di sini sampai acara selesai bisa menjelaskan kepada saya bahwa tanggapan-tanggapan negatif dari segelintir orang atas kepemimpinan beliau sama sekali tidak berdasar. Saya bisa melihat tanggung jawab yang begitu besar dari beliau, saya suka dengan ketegasan beliau, saya suka dengan "marah"nya beliau. Saya benar-benar "jatuh cinta" dalam sehari kepada beliau.
Akhir kata, saya ingin seperti beliau, bukan dalam arti bisa jadi Ephorus seperti beliau, karena tidak mungkin saya bisa jadi Ephorus jika saya berpendidikan di bidang ekonomi. Saya hanya ingin meniru kepemimpinan beliau, ketegasan beliau, tanggung jawab beliau dan wibawa beliau. Semoga Bonar- Bonar yang lain juga banyak bermunculan di HKBP khususnya dan di dunia ini pada umumnya.
Camra, 11/28/11
Jecqlien Netty Marpaung.
Kosa kata
Ephorus = Pemimpin tertinggi dalam organisasi keagamaan HKBP.
Oppung = Panggilan kepada seorang tua yang dihormati.
Manortor = menari dalam budaya Batak.
Sarune = Alat musik tiup.
maminta gondang = Meminta gendang kepada juru musik, salah satu ritual dalam manortor.
Parhalado = Pekerja pada rumah ibadah/gereja.
(Artikel ini dibuat untuk tugas Ilmu Budaya Dasar dengan tema MANUSIA DAN TANGGUNG JAWABNYA.)
Menurut pengamatan saya belum pernah ada seorang pejabat teras yang betah duduk berlama-lama dalam suatu acara. Sudah jadi jawaban klise dengan dalil mengatakan masih banyak acara lagi yang mau dihadiri. Benarkah? Apakah setiap ada undangan/acara selalu saja berbarengan dengan acara yang lain? Begitukah selalu? Jika kita berfikir logika pasti kita bilang tak selalu. Tapi selalu saja kita melihat orang-orang terhormat itu tidak betah berlama-lama dalam suatu acara.
Namun pemikiran saya yang seperti itu harus saya ralat sejak dari kemarin. Saya begitu terkesan dengan seorang pemimpin HKBP Ephorus DR.Bonar Napitupulu yang saya lihat kemarin. Baru pertama kali saya melihat beliau secara langsung walaupun sudah sejak dahulu saya menjadi jemaat atau warga HKBP, di pesta Jubileum HKBP Distrik XIX Jakarta II yang saya ikuti kemarin bertempat di gedung Sport Hall Kelapa Gading Jakarta yang juga dihadiri oleh sesepuh HKBP itu. HKBP adalah organisasi ke-3 terbesar di Indonesia setelah NU dan Muhammadiyah.
Saya "jatuh cinta" kepada beliau, ya.... itu benar. Entah lah... apakah saya terlalu dini menyimpulkan penilaian baik saya terhadap beliau, apakah satu hari terlalu sedikit untuk tahu watak seorang pejabat setinggi beliau. Yang jelas saya sungguh-sungguh kagum dengan beliau, Oppung Ephorus, begitu pada umumnya beliau disebut.
Sejak awal saya lihat beliau berdiri di mimbar untuk menyampaikan khotbah di perayaan akbar itu, saya sangat suka dengan metode penyampaian khotbahnya, begitu tegas dan berapi-api. Juga pada saat menyelipkan jokes-jokes ringan dalam khotbahnya, saya kutip kalimat beliau,
"Seorang jemaat berkata, saya bersyukur Ephorus bisa hadir, jangan pernah bersyukur pada saya, kalau berterimakasih itu boleh, sebab bersyukur itu hanya diucapkan pada Allah saja, bersyukur itu berbeda dengan berterimakasih, bersyukur berasal dari kata kharis yang artinya karena anugerah Tuhan. Berterimakasih lah yang setinggi-tingginya kepada Angkatan Udara, sebab Angkatan Udara itu melayang tinggi, berterimakasih lah yang sedalam-dalamnya kepada Angkatan Laut, sebab yang paling dalam itu laut, berterimakasih lah yang seluas-luasnya kepada Angkatan Darat, sebab darat itu luas, berterimakasih lah yang sebesar-besarnya kepada polisi, sebab kalau kecil terima kasihnya bisa-bisa urusan berlanjut, berterimakasih lah yang setulus-tulusnya kepada pendeta, sebab pendeta itu selalu tulus dan tulus menerima amplop." Lalu disambut dengan gggrrrrrrrrrr.....jemaat.
Salah seorang fotographer yang hilir mudik mengambil gambar beliau saat khotbah berlangsung, tak ayal mendapat teguran langsung dari beliau, ya memang benar, khotbah adalah firman Tuhan, kita mutlak harus menghargai firman itu, sebab firman itu adalah perkataan Tuhan.
Yang paling membuat saya terkesan dengan khotbahnya yaitu, beliau begitu memahami siapa yang sedang duduk mendengarkan khotbahnya. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga turut serta dalam acara itu. Sudah barang tentu anak-anak kurang bisa mencerna materi khotbah yang disampaikan kepada orang dewasa. Dengan bahasa Indonesia nya yang sangat kental sekali dengan logat Batak, beliau mendongeng kepada anak-anak tersebut tentang seorang pangeran yang ganteng yang mau berkorban menyelamatkan seorang gadis cilik berumur 3 tahun anak seorang wanita tua pencari kayu api. Jujur, saya sangat suka dengan logat beliau.
Setelah acara ibadah selesai, dilanjutkan dengan acara manortor. Sudah lazim di saat sekarang ini manortor dilakukan dengan tortor gaya bebas. Sekali lagi dengan tegas beliau mengatakan bahwa orang tua harus memberi contoh yang baik kepada generasi muda. Manortor yang sesungguhnya itu bukanlah seperti tortor gaya bebas yang sering dilakukan kebanyakan orang saat ini.
"Dang boi mangerbang tangan so jolo manghuling sarune, ido na sasintong na. (Tidak bisa membuka telapak tangan sebelum sarune berbunyi)", kata beliau.
Bahkan saat maminta gondang beliau sempat marah kepada seorang panitia yang menyuruh jemaat tertib saat beliau sedang berbicara. Saya yang duduk menonton di tribun mendengar seorang jemaat berkata,
"Koq seorang Ephorus marah-marah?"
Lho.. apakah rasa marah bukan hal yang wajar? Tuhan Yesus saja pernah marah saat melihat orang banyak yang berjualan di bait suci, pikir saya dalam hati.
Dengan langkah tertatih beliau manortor, memimpin rombongan pendeta beserta para istri untuk manortor. Memperlihatkan kepada kami generasi muda cara manortor yang sebenarnya. Walaupun belum bisa kami terapkan namun setidaknya saya dan generasi muda lainnya yang mendengar itu bisa tahu dan mengerti cara dan bagaimana manortor yang benar.
Sampai acara selesai, di saat jemaat dan parhalado sudah banyak yang pulang, tetapi beliau dan istri masih setia duduk menunggu acara berakhir. Untuk ukuran seusia beliau yang sudah lanjut umur sebenarnya kita bisa maklum seandainya beliau lebih cepat meninggalkan acara. Tapi beliau lebih memilih tetap di situ sampai acara selesai. Kenapa ya, apa beliau yang sudah serenta itu tidak capek, saya saja yang masih muda sudah merasakan capek minta ampun? Pikir saya dalam hati. Apa sih yang mau dicari Ephorus ini sebenarnya, jika beliau hanya ingin mencari simpati orang banyak toh beliau juga sebentar lagi akan lengser dan tidak bisa lagi mencalonkan diri. Bukankah sebenarnya beliau bisa untuk sedikit berleha-leha di akhir masa jabatannya itu? Atau seperti yang sering saya baca di status-status facebook sebagian anggotanya yang mengeluhkan kepemimpinan beliau, apakah seperti itu adanya beliau? Hal kecil yang saya lihat dari keberadaan beliau di sini sampai acara selesai bisa menjelaskan kepada saya bahwa tanggapan-tanggapan negatif dari segelintir orang atas kepemimpinan beliau sama sekali tidak berdasar. Saya bisa melihat tanggung jawab yang begitu besar dari beliau, saya suka dengan ketegasan beliau, saya suka dengan "marah"nya beliau. Saya benar-benar "jatuh cinta" dalam sehari kepada beliau.
Akhir kata, saya ingin seperti beliau, bukan dalam arti bisa jadi Ephorus seperti beliau, karena tidak mungkin saya bisa jadi Ephorus jika saya berpendidikan di bidang ekonomi. Saya hanya ingin meniru kepemimpinan beliau, ketegasan beliau, tanggung jawab beliau dan wibawa beliau. Semoga Bonar- Bonar yang lain juga banyak bermunculan di HKBP khususnya dan di dunia ini pada umumnya.
Camra, 11/28/11
Jecqlien Netty Marpaung.
Kosa kata
Ephorus = Pemimpin tertinggi dalam organisasi keagamaan HKBP.
Oppung = Panggilan kepada seorang tua yang dihormati.
Manortor = menari dalam budaya Batak.
Sarune = Alat musik tiup.
maminta gondang = Meminta gendang kepada juru musik, salah satu ritual dalam manortor.
Parhalado = Pekerja pada rumah ibadah/gereja.
(Artikel ini dibuat untuk tugas Ilmu Budaya Dasar dengan tema MANUSIA DAN TANGGUNG JAWABNYA.)
Kamis, 24 November 2011
@JANGANLAH JEMU BERBUAT YANG BENAR@
Dodi adalah teman se kantor saya yang baru tiga bulan ini bekerja di perusahaan tempat saya bekerja. Dia seorang pria muslim yang cukup sederhana dan taat beribadah. Seperti layaknya karyawan baru pada umumnya kurang mendapat perhatian dari atasan atau sering diperlakukan sewenang-wenang oleh atasan yang kurang bijaksana. Apa-apa saja perintah dari atasan wajib dilaksanakan, benar atau salah perintah atasan tersebut kita harus melaksanakannya.
Perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor dan ekspedisi barang-barang ke luar negeri. Dodi bertugas di bidang pembuatan dokumen-dokumen barang sedangkan saya di bidang finance. Suatu ketika Dodi mendapat perintah dari atasannya untuk membuatkan dokumen pengiriman barang dengan nilai $3000 yang semestinya nilai barang tersebut adalah $5000,
"Pak, maaf bukankah nilai barang tersebut adalah $5000, mengapa bapak suruh saya membuat surat pengiriman ini seharga $3000.?" tanya Dodi pada si atasan yang berdarah India itu.
"Lakukan saja, saya atasan mu, saya berhak menyuruh mu."
"Kalau begitu bapak sajalah yang membuatnya."
"Lho, bukankah membuat dokumen adalah tugas anda di sini?"
"Oke..saya akan membuatkan dokumen itu, tapi tolong bapak kirimkan saya email perintah untuk membuat dokumen ini lengkap dengan nilai barang yang bapak perintahkan."
Yaah..walaupun Dodi hanya pegawai rendahan di kantor itu, namun saya salut melihat kegigihannya dan keberaniannya menyatakan apa yang seharusnya dilakukan dengan pekerjaan tersebut. Cukup bijak, Dodi mem-print lembar email perintah dari atasan nya itu, sebab email bisa saja sewaktu-waktu terhapus atau hilang.
Tiga bulan setelah kejadian itu, kasus tersebut terbongkar dan muncul kepermukaan setelah mendapat email konfirmasi dari negara tujuan barang tersebut dikirimkan. Negara tujuan pengiriman barang itu adalah negara Brazil yang cukup terkenal dengan mafia ekspedisinya. Gara-gara uang sejumlah $2000, ternyata bisa juga menggemparkan jajaran direksi dan manajer perusahaan tempat saya bekerja. Dan ternyata di negara tujuan pengiriman barang itu pun terjadi kegemparan serupa, menurut pengakuan karyawan di sana yang dikirimkan lewat email, sampai-sampai karyawan tersebut akan dipenjarakan karena selisih dari harga pengiriman barang tersebut.
Akhirnya manajer dan direksi mengadakan meeting untuk membahas kasus tersebut, usut punya usut, ternyata kesalahan ada di dokumen/agreement yang dikirimkan sebesar $3000 itu. Orang pertama yang dipersalahkan tentunya adalah orang yang membuat dokumen itu. Siapa lagi, Dodi lah yang membuat dokumen itu. Dodi akhirnya dipanggil ke ruang meeting untuk mempertanggungjawabkan kesalahan dokumen itu. Dengan tenang Dodi melangkah masuk ruang meeting. Lalu manajernya menanyakannya,
"Apakah anda yang membuat dokumen ini?"
"Iya, saya pak."
"Apa dasar anda mengubah amount dari barang tersebut?"
"Atasan saya, Mr. Prakash yang menyuruh saya pak."
Seketika Mr. Prakash terkejut, tak menyangka bawahannya akan mempersalahkan nya begitu.
"Anda jangan sembarangan menuduh, anda bisa dipecat karena kesalahan anda ini, anda telah berbohong." Mr. Prakash ngotot dan terus-terusan menyalahkan Dodi dalam bahasa Inggris yang saya coba terjemahkan dalam hati saya.
"Apakah anda punya bukti atas perkataan anda itu pak Dodi?" cukup bijak manajer tersebut menengahi.
"Ya, saya punya pak, izinkan saya keluar sebentar ke ruangan saya untuk mengambil barang bukti tersebut."
Dodi masuk ruang meeting kembali dan menunjukkan barang bukti berupa email perintah lengkap alamat dari email Mr. Prakash yang sudah diprint nya. Dengan wajah merah padam, Mr. Prakash terdiam dan tak bisa menyanggah lagi.
"You have done the good job Dodi, urusan anda sudah selesai, sekarang ini menjadi urusan saya."
Dengan bijak si manajer mempersilahkan Dodi meninggalkan ruang meeting. Tak berapa lama kemudian saya dengar Mr. Prakash dipecat dari jabatannya dan tidak lagi bekerja di perusahaan ini.
Inti yang bisa saya ambil adalah walaupun kita hanyalah orang-orang kecil yang kadangkala terpinggirkan, janganlah jemu-jemunya kita melakukan yang baik dan benar. Sebab Tuhan itu Maha adil yang akan turut serta membela kita di saat kita diperlakukan tidak adil.
Camra, 25/11/2011
Netti Natarida Marpaung.
(Artikel ini saya buat untuk tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar dengan tema MANUSIA DAN KEADILAN)
Perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor dan ekspedisi barang-barang ke luar negeri. Dodi bertugas di bidang pembuatan dokumen-dokumen barang sedangkan saya di bidang finance. Suatu ketika Dodi mendapat perintah dari atasannya untuk membuatkan dokumen pengiriman barang dengan nilai $3000 yang semestinya nilai barang tersebut adalah $5000,
"Pak, maaf bukankah nilai barang tersebut adalah $5000, mengapa bapak suruh saya membuat surat pengiriman ini seharga $3000.?" tanya Dodi pada si atasan yang berdarah India itu.
"Lakukan saja, saya atasan mu, saya berhak menyuruh mu."
"Kalau begitu bapak sajalah yang membuatnya."
"Lho, bukankah membuat dokumen adalah tugas anda di sini?"
"Oke..saya akan membuatkan dokumen itu, tapi tolong bapak kirimkan saya email perintah untuk membuat dokumen ini lengkap dengan nilai barang yang bapak perintahkan."
Yaah..walaupun Dodi hanya pegawai rendahan di kantor itu, namun saya salut melihat kegigihannya dan keberaniannya menyatakan apa yang seharusnya dilakukan dengan pekerjaan tersebut. Cukup bijak, Dodi mem-print lembar email perintah dari atasan nya itu, sebab email bisa saja sewaktu-waktu terhapus atau hilang.
Tiga bulan setelah kejadian itu, kasus tersebut terbongkar dan muncul kepermukaan setelah mendapat email konfirmasi dari negara tujuan barang tersebut dikirimkan. Negara tujuan pengiriman barang itu adalah negara Brazil yang cukup terkenal dengan mafia ekspedisinya. Gara-gara uang sejumlah $2000, ternyata bisa juga menggemparkan jajaran direksi dan manajer perusahaan tempat saya bekerja. Dan ternyata di negara tujuan pengiriman barang itu pun terjadi kegemparan serupa, menurut pengakuan karyawan di sana yang dikirimkan lewat email, sampai-sampai karyawan tersebut akan dipenjarakan karena selisih dari harga pengiriman barang tersebut.
Akhirnya manajer dan direksi mengadakan meeting untuk membahas kasus tersebut, usut punya usut, ternyata kesalahan ada di dokumen/agreement yang dikirimkan sebesar $3000 itu. Orang pertama yang dipersalahkan tentunya adalah orang yang membuat dokumen itu. Siapa lagi, Dodi lah yang membuat dokumen itu. Dodi akhirnya dipanggil ke ruang meeting untuk mempertanggungjawabkan kesalahan dokumen itu. Dengan tenang Dodi melangkah masuk ruang meeting. Lalu manajernya menanyakannya,
"Apakah anda yang membuat dokumen ini?"
"Iya, saya pak."
"Apa dasar anda mengubah amount dari barang tersebut?"
"Atasan saya, Mr. Prakash yang menyuruh saya pak."
Seketika Mr. Prakash terkejut, tak menyangka bawahannya akan mempersalahkan nya begitu.
"Anda jangan sembarangan menuduh, anda bisa dipecat karena kesalahan anda ini, anda telah berbohong." Mr. Prakash ngotot dan terus-terusan menyalahkan Dodi dalam bahasa Inggris yang saya coba terjemahkan dalam hati saya.
"Apakah anda punya bukti atas perkataan anda itu pak Dodi?" cukup bijak manajer tersebut menengahi.
"Ya, saya punya pak, izinkan saya keluar sebentar ke ruangan saya untuk mengambil barang bukti tersebut."
Dodi masuk ruang meeting kembali dan menunjukkan barang bukti berupa email perintah lengkap alamat dari email Mr. Prakash yang sudah diprint nya. Dengan wajah merah padam, Mr. Prakash terdiam dan tak bisa menyanggah lagi.
"You have done the good job Dodi, urusan anda sudah selesai, sekarang ini menjadi urusan saya."
Dengan bijak si manajer mempersilahkan Dodi meninggalkan ruang meeting. Tak berapa lama kemudian saya dengar Mr. Prakash dipecat dari jabatannya dan tidak lagi bekerja di perusahaan ini.
Inti yang bisa saya ambil adalah walaupun kita hanyalah orang-orang kecil yang kadangkala terpinggirkan, janganlah jemu-jemunya kita melakukan yang baik dan benar. Sebab Tuhan itu Maha adil yang akan turut serta membela kita di saat kita diperlakukan tidak adil.
Camra, 25/11/2011
Netti Natarida Marpaung.
(Artikel ini saya buat untuk tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar dengan tema MANUSIA DAN KEADILAN)
Sabtu, 19 November 2011
BUAH KURMA
Tumbuhan paling ekstrem di bumi ini adalah Kurma, yang tak lazim seperti biasa cara menanamnya.
Bibit kurma yang sudah matang dimasukkan ke dalam lubang sedalam satu meter, lalu ditimbun dengan batu-batu berat. Ketika kurma sudah mulai akan bertumbuh, dia mencari jalan keluar ke segala arah. Akarnya menancap jauh ke tanah oleh sebab beban yang berat di atasnya. Berbulan-bulan, bertahun-tahun berjuang mengangkat beban yang berat di atasnya. Dan ketika tunasnya keluar mencapai permukaan tanah, kurma sudah tak
bisa dicabut, sekencang-kencangnya angin tak bisa menggoyahkan nya. Walau hidup di tanah tandus, kering dan sumber air terbatas, kurma bukan sembarang buah, buah kurma adalah buah yang paling manis menyerupai manisnya madu.
Begitu juga dengan kehidupan kita, berbagai tantangan dan penderitaan yang kita hadapi mengharuskan kita mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut. Jika kita mampu menghadapi penderitaan dan bangkit keluar sebagai pemenang niscaya kita akan memetik hasil atau buah manis dari usaha kita itu. Seperti buah kurma yang tampil jadi buah termanis, kita juga bisa tampil sebagai sosok terkuat dan terkenal jika kita mampu mengalahkan penderitaan itu.
Jadilah buah kurma dalam hidupmu, yang walaupun banyak penderitaan tetap berusaha mencari jalan keluar dari permasalahan itu, dan keluarlah sebagai pemenang yang termanis.
Jakarta, 21/11/11
(Tugas IBD dengan tema MANUSIA DAN PENDERITAAN)
Minggu, 06 November 2011
"TAK PERNAH TERLAMBAT PERTOLONGAN-MU"
***
Tuhan datang dan hadir tepat waktu untuk menolong kita, tak ada kata terlambat atas pertolongan-Nya pada kita, di saat puncak dari masalah kita telah ada di depan mata, Tangan Tuhan dengan sigap akan menolong kita, asalkan di dalam benak kita selalu ada usaha dan tidak mengenal kata menyerah.
Yaahhh....selalu saja saya senang menuliskan segala sesuatu yang saya alami dengan kebaikan dan kemurahan hati-Nya kepadaku. Terlebih dengan pengalaman ini, saat saya mengikuti Festival Paduan Suara Gerejawi yang diadakan Agustus yang lalu di HKBP Pasar Rebo, kebetulan waktu pelaksanaan final fesparawi tersebut berbenturan dengan jadwal kuliah saya di kampus. Sebelumnya saya tidak terlalu memikirkan akan jadi masalah besar jadwal yang bersamaan tersebut, dalam hati saya berfikir, "Akhh...ntar masuk ajalah sebentar ke kampus, terus izin sama dosennya," namun karena mata kuliah yang bersangkutan adalah mata kuliah utama, terlebih lagi itu dosen ada sedikit killer-killernya, jadi dah diriku bermasalah, dapat izin sih, tapi dengan syarat harus ada surat rekomendasi dari lembaga atau dari gereja yang bersangkutan dan harus diserahkan Senin jam 10.00 pagi ke sekdos.
Hmmmm... baiklah, dengan semangat saya melangkahkan kaki meninggalkan kampus kembali ke rumah. Dengan sisa waktu yang sedikit saya berkemas-kemas, selesai dan segera menyusul teman-teman di gereja yang sudah menunggu ku sejak tadi.
Mungkin di sini saya tidak akan luas menceritakan apa dan bagaimana detailnya tentang pertandingan yang kami ikuti, intinya kami tidak mendapatkan juara pada festival itu. Selesai festival saya sampaikan kepada ketua naposo dan kepada pelatih kami bahwa saya membutuhkan surat rekomendasi dari gereja untuk keperluan kampus sebagai surat bukti bahwa saya izin adalah benar-benar untuk mengikuti festival tersebut.
"Koq gak dari kemarin-kemarin kamu minta Net, duuuuhhh susah tuh berhadapan sama kakak itu" (sekretaris gereja maksudnya).
"Iya..gue juga gak nyangka bakalan ribet begini, tadinya sih mikir buat izin lisan doank, eh ternyata harus pake surat izin dari gereja kata dosennya, yah gini deh..."
"Si Imel aja pernah nangis dibuatnya gara-gara minta surat rekomendasi nilai untuk kampusnya." kata teman ku yang lain.
Hmmmm...gimana yah, dan benar juga begitu saya samperin kakak itu (kaka sekretaris gereja) dan mengatakan butuh surat rekomendasi jawabannya selalu saja menyulitkan, kenapa baru sekarang, yang inilah yang itulah. Melihat kami ada sedikit berdebat, abang pelatih kami pun turun tangan,
"Sudah, buat kan surat rekomendasi nya itu, gak usah banyak tanya lagi." kata pelatih kami.
"Iya, bang." jawab kakak itu. "Ya udah nanti sms kan ke saya data-datanya ya!"
"Oke kak, siap." jawab saya.
Minggu paginya saya coba sms lagi untuk mengingatkan kalau saya ibadah sore dan sebisa mungkin selesai ibadah saya sudah bisa mengambil surat tersebut. Namun apa, sebelum masuk ibadah saya coba cari kaka itu tidak ada, saya telepon ke nomor hp nya dia malah marah-marah pada saya,
"Eehh..surat mu belum jadi ya, pendeta tidak ada, jadi belum bisa diambil, hari selasa saja kamu datang tuk mengambilnya."
"Whaaatttt??? hari selasa...aduuuuuhhh...saya kan udah bilang kaka, dosennya minta hari senin, gimana donk"
"Tapi kamu gak bisa maksa saya, salah kamu sendiri kenapa kamu telat ngajuinnya, si Rosma dua minggu sebelum hari H udah ngajuin, jadi kamu harus terima, lagian saya lagi gak di gereja nih, saya lagi bawa anak sekolah minggu."
"Kalau cuma belum ditandatangani saja, gimana kalau saya yang pergi minta tandatangan ke rumah pendeta kak?" tawar saya lagi.
"Gak bisa gitu, pokoknya surat yang keluar dari gereja harus sepengetahuan saya, itu peraturannya."
"Aduuuuhhh...gimana yaa...ada solusi yang lain gak kak." saya coba menghiba.
"Keputusannya surat bisa diambil hari selasa jam sepuluh pagi saya sudah di kantor.........." tuutt...tuuttt...tuutttt....
Aduuuhhh....mana henpon mati lagi, lowbath, aarrrggghhhh...
Yaahh sudahlah, tidak ada harapan lagi, kalau hari selasa yang bisa suratnya, berarti ada tak ada surat saya harus memberanikan diri menghadap dosen nya hari senin, biarlah apa pun yang terjadi saya akan menghadap, tekad saya dalam hati.
Dengan langkah gontai saya masuk ke dalam gereja, mencoba untuk konsentrasi di kebaktian yang saya ikuti. Dalam ibadah saya berdoa,
"Biarlah Tuhan, saya sudah berusaha meminta surat izin dari kakak itu, tapi gak bisa juga, walaupun begitu, tanpa surat itu saya sudah nekad untuk berani menghadap dosen besok dan berterus terang, apa pun yang terjadi saya siap menerimanya Tuhan."
Ternyata di dalam kepasrahan dan tekad kuat kita, Tuhan tidak tinggal diam, Dia melawat hati kita masing-masing, Dia melawat hati kakak itu.
Sehabis ibadah saya turun ke bawah, lalu saya lihat ada kakak itu, dengan senyum yang lebar saya salam dan ucapkan selamat hari minggu, dan tiba-tiba saja,
"Tunggu sebentar ya, surat mu lagi ditanda tangan kan."
Ooohh maaayy Gaaadd...benarkah??? Bukankah tadi kaka itu bilang dia sedang bepergian dan tidak ada di gereja, koq bisa tiba-tiba kaka itu datang dan membuatkan surat saya ya, jadi selama aku berdoa dalam ibadah tadi Tuhan mendengar keluh kesah ku, hmmmm...luar biasa banget Tuhan ku, tak sedetik pun terlambat pertolongan Nya, mungkin tadi Tuhan mengizinkan kesabaran saya untuk diuji, dan apakah saya membenci jika tidak diberikan. Dan Tuhan melihat saya lulus dalam ujian itu sehingga dalam waktu yang sangat singkat Dia memberikan pertolongan pada saya.
Terpujilah Engkau Tuhan, Bapa Yang Maha Baik dan Maha Pengasih.
"Makasih banget kakak atas suratnya." saya peluk kakak itu dengan hati yang bersyukur, ternyata jadi juga besok saya kasih suratnya, bathin saya.
"Lain kali kalau butuh surat, jauh-jauh hari harus sudah dilaporkan ya, jangan begitu lagi."
"Iya kak, saya ngerti." jawab saya.
Dengan langkah yang ringan dan hati yang gembira saya tinggalkan halaman gereja dan pulang ke rumah. Sesampai di rumah saya charge henpon saya yang mati mendadak saat nelpon tadi. Lalu saya hidupkan, sebentar kemudian ada sms yang masuk ke henpon saya, mungkin sms yang tertunda karena hp saya mati tadi.
"Maaf ya, saya tidak bermasalah dengan mengkonsep surat. Solusinya hari senin baru bisa saya kasih, saya sampai kantor jam 9, sekitar jam 10 surat mu sudah selesai, makasih."
Saya tutup henpon saya dengan tersenyum, "Terimakasih Tuhan, telah bukakan hati kakak itu untuk saya. I love you my Lord, I love you sista."
KU NAIK KAN SYUKUR KU..
BUAT HARI YANG KAU B'RI..
TAK HABIS-HABISNYA KASIH DAN RAHMAT MU..
S'LALU BARU DAN TAK PERNAH TERLAMBAT PERTOLONGAN MU..
BESAR SETIA MU DI S'PANJANG HIDUP KU..
Camra, 11/6/11
Jenet Marpaung
Tuhan datang dan hadir tepat waktu untuk menolong kita, tak ada kata terlambat atas pertolongan-Nya pada kita, di saat puncak dari masalah kita telah ada di depan mata, Tangan Tuhan dengan sigap akan menolong kita, asalkan di dalam benak kita selalu ada usaha dan tidak mengenal kata menyerah.
Yaahhh....selalu saja saya senang menuliskan segala sesuatu yang saya alami dengan kebaikan dan kemurahan hati-Nya kepadaku. Terlebih dengan pengalaman ini, saat saya mengikuti Festival Paduan Suara Gerejawi yang diadakan Agustus yang lalu di HKBP Pasar Rebo, kebetulan waktu pelaksanaan final fesparawi tersebut berbenturan dengan jadwal kuliah saya di kampus. Sebelumnya saya tidak terlalu memikirkan akan jadi masalah besar jadwal yang bersamaan tersebut, dalam hati saya berfikir, "Akhh...ntar masuk ajalah sebentar ke kampus, terus izin sama dosennya," namun karena mata kuliah yang bersangkutan adalah mata kuliah utama, terlebih lagi itu dosen ada sedikit killer-killernya, jadi dah diriku bermasalah, dapat izin sih, tapi dengan syarat harus ada surat rekomendasi dari lembaga atau dari gereja yang bersangkutan dan harus diserahkan Senin jam 10.00 pagi ke sekdos.
Hmmmm... baiklah, dengan semangat saya melangkahkan kaki meninggalkan kampus kembali ke rumah. Dengan sisa waktu yang sedikit saya berkemas-kemas, selesai dan segera menyusul teman-teman di gereja yang sudah menunggu ku sejak tadi.
Mungkin di sini saya tidak akan luas menceritakan apa dan bagaimana detailnya tentang pertandingan yang kami ikuti, intinya kami tidak mendapatkan juara pada festival itu. Selesai festival saya sampaikan kepada ketua naposo dan kepada pelatih kami bahwa saya membutuhkan surat rekomendasi dari gereja untuk keperluan kampus sebagai surat bukti bahwa saya izin adalah benar-benar untuk mengikuti festival tersebut.
"Koq gak dari kemarin-kemarin kamu minta Net, duuuuhhh susah tuh berhadapan sama kakak itu" (sekretaris gereja maksudnya).
"Iya..gue juga gak nyangka bakalan ribet begini, tadinya sih mikir buat izin lisan doank, eh ternyata harus pake surat izin dari gereja kata dosennya, yah gini deh..."
"Si Imel aja pernah nangis dibuatnya gara-gara minta surat rekomendasi nilai untuk kampusnya." kata teman ku yang lain.
Hmmmm...gimana yah, dan benar juga begitu saya samperin kakak itu (kaka sekretaris gereja) dan mengatakan butuh surat rekomendasi jawabannya selalu saja menyulitkan, kenapa baru sekarang, yang inilah yang itulah. Melihat kami ada sedikit berdebat, abang pelatih kami pun turun tangan,
"Sudah, buat kan surat rekomendasi nya itu, gak usah banyak tanya lagi." kata pelatih kami.
"Iya, bang." jawab kakak itu. "Ya udah nanti sms kan ke saya data-datanya ya!"
"Oke kak, siap." jawab saya.
Minggu paginya saya coba sms lagi untuk mengingatkan kalau saya ibadah sore dan sebisa mungkin selesai ibadah saya sudah bisa mengambil surat tersebut. Namun apa, sebelum masuk ibadah saya coba cari kaka itu tidak ada, saya telepon ke nomor hp nya dia malah marah-marah pada saya,
"Eehh..surat mu belum jadi ya, pendeta tidak ada, jadi belum bisa diambil, hari selasa saja kamu datang tuk mengambilnya."
"Whaaatttt??? hari selasa...aduuuuuhhh...saya kan udah bilang kaka, dosennya minta hari senin, gimana donk"
"Tapi kamu gak bisa maksa saya, salah kamu sendiri kenapa kamu telat ngajuinnya, si Rosma dua minggu sebelum hari H udah ngajuin, jadi kamu harus terima, lagian saya lagi gak di gereja nih, saya lagi bawa anak sekolah minggu."
"Kalau cuma belum ditandatangani saja, gimana kalau saya yang pergi minta tandatangan ke rumah pendeta kak?" tawar saya lagi.
"Gak bisa gitu, pokoknya surat yang keluar dari gereja harus sepengetahuan saya, itu peraturannya."
"Aduuuuhhh...gimana yaa...ada solusi yang lain gak kak." saya coba menghiba.
"Keputusannya surat bisa diambil hari selasa jam sepuluh pagi saya sudah di kantor.........." tuutt...tuuttt...tuutttt....
Aduuuhhh....mana henpon mati lagi, lowbath, aarrrggghhhh...
Yaahh sudahlah, tidak ada harapan lagi, kalau hari selasa yang bisa suratnya, berarti ada tak ada surat saya harus memberanikan diri menghadap dosen nya hari senin, biarlah apa pun yang terjadi saya akan menghadap, tekad saya dalam hati.
Dengan langkah gontai saya masuk ke dalam gereja, mencoba untuk konsentrasi di kebaktian yang saya ikuti. Dalam ibadah saya berdoa,
"Biarlah Tuhan, saya sudah berusaha meminta surat izin dari kakak itu, tapi gak bisa juga, walaupun begitu, tanpa surat itu saya sudah nekad untuk berani menghadap dosen besok dan berterus terang, apa pun yang terjadi saya siap menerimanya Tuhan."
Ternyata di dalam kepasrahan dan tekad kuat kita, Tuhan tidak tinggal diam, Dia melawat hati kita masing-masing, Dia melawat hati kakak itu.
Sehabis ibadah saya turun ke bawah, lalu saya lihat ada kakak itu, dengan senyum yang lebar saya salam dan ucapkan selamat hari minggu, dan tiba-tiba saja,
"Tunggu sebentar ya, surat mu lagi ditanda tangan kan."
Ooohh maaayy Gaaadd...benarkah??? Bukankah tadi kaka itu bilang dia sedang bepergian dan tidak ada di gereja, koq bisa tiba-tiba kaka itu datang dan membuatkan surat saya ya, jadi selama aku berdoa dalam ibadah tadi Tuhan mendengar keluh kesah ku, hmmmm...luar biasa banget Tuhan ku, tak sedetik pun terlambat pertolongan Nya, mungkin tadi Tuhan mengizinkan kesabaran saya untuk diuji, dan apakah saya membenci jika tidak diberikan. Dan Tuhan melihat saya lulus dalam ujian itu sehingga dalam waktu yang sangat singkat Dia memberikan pertolongan pada saya.
Terpujilah Engkau Tuhan, Bapa Yang Maha Baik dan Maha Pengasih.
"Makasih banget kakak atas suratnya." saya peluk kakak itu dengan hati yang bersyukur, ternyata jadi juga besok saya kasih suratnya, bathin saya.
"Lain kali kalau butuh surat, jauh-jauh hari harus sudah dilaporkan ya, jangan begitu lagi."
"Iya kak, saya ngerti." jawab saya.
Dengan langkah yang ringan dan hati yang gembira saya tinggalkan halaman gereja dan pulang ke rumah. Sesampai di rumah saya charge henpon saya yang mati mendadak saat nelpon tadi. Lalu saya hidupkan, sebentar kemudian ada sms yang masuk ke henpon saya, mungkin sms yang tertunda karena hp saya mati tadi.
"Maaf ya, saya tidak bermasalah dengan mengkonsep surat. Solusinya hari senin baru bisa saya kasih, saya sampai kantor jam 9, sekitar jam 10 surat mu sudah selesai, makasih."
Saya tutup henpon saya dengan tersenyum, "Terimakasih Tuhan, telah bukakan hati kakak itu untuk saya. I love you my Lord, I love you sista."
KU NAIK KAN SYUKUR KU..
BUAT HARI YANG KAU B'RI..
TAK HABIS-HABISNYA KASIH DAN RAHMAT MU..
S'LALU BARU DAN TAK PERNAH TERLAMBAT PERTOLONGAN MU..
BESAR SETIA MU DI S'PANJANG HIDUP KU..
Camra, 11/6/11
Jenet Marpaung
Senin, 24 Oktober 2011
== D I L E M A ==
(Cerpen)
Dari tadi pagi, sejak bangun Tari masih saja berbaring di peraduannya, di tempat tidur yang selalu dialasinya dengan sprei bermotif bunga warna merah, yaa...merah yang selalu jadi warna pilihannya.
Dibacanya berulang-ulang sms yang ada dalam inbox hapenya,
"Lu jgn gtu, kpn gw pcran sm lu, biar tau lu pikiran n mataku jg msh aktif, gw jg pny pcr, jd jgn bnyk bkn cerita, tau diri dikit."
Yah sms ini, sms yang sudah menghuni inbox hapenya selama setengah tahun ini, tak ada sedikitpun niatan Tari untuk menghapusnya, biarlah....tunggu sipengirim sms tersebut saja yang minta baru aku mau menghapusnya, batin Tari.
Sesaat kemudian jari jemari Tari dengan lincah memainkan tombol-tombol keypad hapenya, dibukanya fitur galery dan digesernya cursor untuk mencari sesuatu di file galerynya. Yup..ini dia, ditekannya tombol ok untuk memutar rekaman itu, lalu suara seseorang pun terdengar seketika menyanyikan lagu itu,
"Nang gok hata hata i, ro tu sipareonki, sai hujalahi..sai hujalahi do ho ito..
Ai holan ho, dirohangki
Ai holan ho, dinipiki
dang muba dang mose, dang muba dang mose sai hot do ho dirohangki."(artinya: Walaupun banyak omongan tentang mu, namun kau akan selalu kucari dan kucari, karena engkau ada di hatiku, kau ada dalam mimpiku, takkan pernah berubah kau selalu di hatiku.)
Akh..bodohnya aku selama ini, ternyata lagu itu bukanlah untukku, akh..mengapa rasa itu ada dan hadir dalam hatiku, rasa yang tiba-tiba muncul saat kau berkata "IYAAA.." dengan nada yang sangat lembut, yang sebelumnya kau dengan sikap cuek dan kasar, yah..satu kata itu ternyata bisa membiusku, mampu meluluhkan hatiku, batin Tari.
Gadis yang juga super cuek ini sebelumnya tidak suka dengan sikap kasar dari lelaki yang sering membuatnya kesal, sejak dia mengenalnya sebagai karyawan papanya dulu, tapi entah kenapa hanya dengan kata lembut "IYA" nya si cowok ini bisa membuat Tari seketika hilang ingatan, Tari tidak lagi mengingat tingkah urakan si cowok yang sering membuatnya kesal.
Akh..kini yang ada dalam pikiran Tari hanya dia, dia, dan dia terus, sampai-sampai Tari yang super cuek stadium 4 dan selalu jual mahal pada setiap lelaki tak kuasa untuk memendam isi hatinya, Tari memberanikan diri untuk mengatakan pada lelaki itu kalau dia mencintainya. Dan selama sicowok tersebut jadi karyawan papanya, sebagai pemain keybord di cafe milik papanya, tak pernah sekalipun Tari melihat dia menyanyi sendiri, tapi anehnya setelah Tari mengatakan kalau ia suka padanya, kemudian cowok itu dengan beraninya naik ke panggung dan menyanyikan lagu itu, yah lagu yang dengan sigap Tari rekam di memori hapenya.
Akh..namun semua itu telah berakhir. Berakhir setelah sms itu terkirim, sms yang telah membuat hati Tari hancur berkeping-keping.
Hmm..kenapa sih harus seperti itu, apa sih salahku, dosakah jika rasa itu hadir dalam hatiku, dan jika kamu tidak suka, tidak adakah cara lain yang lebih bersahabat untuk menolakku, mengapa Kau berikan aku rasa itu ya Tuhan?
Air mata Tari tak terbendung lagi mengingat semua itu.
***
Hari-hari berlalu menyisakan rasa yang tak pernah mati dalam hati Tari, yah..lelaki yang telah menyakiti hati Tari itupun menghilang entah kemana, namun Tari adalah sosok gadis yang tak gampang menyerah dan selalu optimist dengan kehidupannya.
Dan kemudian seorang pria lain muncul dalam kehidupannya, seorang pria yang sangat jauh berbeda dengan latar belakang dan karakter dari lelaki yang dicintainya, pendidikan, kemapanan, titel maupun penampilan dan sikapnya.
Dengan sikap intelektual yang tinggi sebagai seorang yang terpelajar, pria itu berusaha mendekatinya.
"Ayolah Tari, loe mau cari yang gimana sih, loe itu dah beruntung banget dapat cowok kayak dia, dia ganteng, mapan, dan punya status (titel) lagi, gak ada apa-apanya jika dibandingin sama si cowok brengsek yang loe cintai mati-matian itu," ceramah teman-temannya panjang lebar.
Hmm..iya juga sih, buat apa aku mikirin orang yang tak pernah mikirin aku, batin Tari. Dan pertanyaan itupun akhirnya terucap, pertanyaan yang menjadi momok yang menakutkan buat Tari, pertanyaan yang menguras habis daya pikir Tari untuk menjawabnya,
"Tari, mau kan kamu menikah denganku?"
Bagai disambar petir di siang bolong Tari kaget mendengarnya, Tari tak menyangka secepat itu pria itu menanyakannya.
"Apalagi sih Tari yang kau pikirkan, ingat usiamu Ri, elo tuh bukan ABG lagi, Richard itu bukan orang sembarangan, elo bisa langsung menyandang gelar nyonya terhormat kalau menikah dengannya, daripada lo menikah sama anak malam yang tak jelas batang idungnya itu." papar Lani sobat karibnya itu.
Lani adalah sohib kentalnya yang selalu jadi tempat curahan hatinya.
"Tapi aku ga bisa mencintai dia Lan, yang ada dihatiku hanya dia dan dia terus."
"Akh persetan loe dengan cinta, mank lo bisa makan tuh cinta, dia aja ga pernah mikirin loe, gimana sich loe, waras dikit napa?" umpat Lani seraya monyongin bibirnya.
Tuhan...benarkah dia jodoh yang Kau persiapkan untukku, jika ia, mengapa tak ada rasa itu dalam hatiku? Bisakah nanti aku mencintai dia?
Lalu bagaimana dengan rasa cinta yang tak bisa mati dalam hatiku, apakah rasa itu harus terkubur dalam nantinya?
Akh andai kau datang dan memintaku tuk kembali padamu, tak akan dua kali aku berpikir untuk berkata "iya", adakah mungkin kau kan datang untuk menjemputku? Aku pasti akan sangat bahagia walau kau tak sehebat Richard, tapi bagiku kaulah yang terindah.
Tak terasa jam di meja kamar Tari sudah jam 1.00 siang, hufft..dari tadi pagi belum bergerak sama sekali, lapaaarrr.....
Segera ditutupnya lembar diary kesayangannya.
"Tuhan..aku masih percaya dengan keajaibanMU," doanya dalam hati.
Camra, 2011
(Cerpen ini saya buat untuk tugas Ilmu Budaya Dasar dengan tema Manusia dan Keindahan)
Dari tadi pagi, sejak bangun Tari masih saja berbaring di peraduannya, di tempat tidur yang selalu dialasinya dengan sprei bermotif bunga warna merah, yaa...merah yang selalu jadi warna pilihannya.
Dibacanya berulang-ulang sms yang ada dalam inbox hapenya,
"Lu jgn gtu, kpn gw pcran sm lu, biar tau lu pikiran n mataku jg msh aktif, gw jg pny pcr, jd jgn bnyk bkn cerita, tau diri dikit."
Yah sms ini, sms yang sudah menghuni inbox hapenya selama setengah tahun ini, tak ada sedikitpun niatan Tari untuk menghapusnya, biarlah....tunggu sipengirim sms tersebut saja yang minta baru aku mau menghapusnya, batin Tari.
Sesaat kemudian jari jemari Tari dengan lincah memainkan tombol-tombol keypad hapenya, dibukanya fitur galery dan digesernya cursor untuk mencari sesuatu di file galerynya. Yup..ini dia, ditekannya tombol ok untuk memutar rekaman itu, lalu suara seseorang pun terdengar seketika menyanyikan lagu itu,
"Nang gok hata hata i, ro tu sipareonki, sai hujalahi..sai hujalahi do ho ito..
Ai holan ho, dirohangki
Ai holan ho, dinipiki
dang muba dang mose, dang muba dang mose sai hot do ho dirohangki."(artinya: Walaupun banyak omongan tentang mu, namun kau akan selalu kucari dan kucari, karena engkau ada di hatiku, kau ada dalam mimpiku, takkan pernah berubah kau selalu di hatiku.)
Akh..bodohnya aku selama ini, ternyata lagu itu bukanlah untukku, akh..mengapa rasa itu ada dan hadir dalam hatiku, rasa yang tiba-tiba muncul saat kau berkata "IYAAA.." dengan nada yang sangat lembut, yang sebelumnya kau dengan sikap cuek dan kasar, yah..satu kata itu ternyata bisa membiusku, mampu meluluhkan hatiku, batin Tari.
Gadis yang juga super cuek ini sebelumnya tidak suka dengan sikap kasar dari lelaki yang sering membuatnya kesal, sejak dia mengenalnya sebagai karyawan papanya dulu, tapi entah kenapa hanya dengan kata lembut "IYA" nya si cowok ini bisa membuat Tari seketika hilang ingatan, Tari tidak lagi mengingat tingkah urakan si cowok yang sering membuatnya kesal.
Akh..kini yang ada dalam pikiran Tari hanya dia, dia, dan dia terus, sampai-sampai Tari yang super cuek stadium 4 dan selalu jual mahal pada setiap lelaki tak kuasa untuk memendam isi hatinya, Tari memberanikan diri untuk mengatakan pada lelaki itu kalau dia mencintainya. Dan selama sicowok tersebut jadi karyawan papanya, sebagai pemain keybord di cafe milik papanya, tak pernah sekalipun Tari melihat dia menyanyi sendiri, tapi anehnya setelah Tari mengatakan kalau ia suka padanya, kemudian cowok itu dengan beraninya naik ke panggung dan menyanyikan lagu itu, yah lagu yang dengan sigap Tari rekam di memori hapenya.
Akh..namun semua itu telah berakhir. Berakhir setelah sms itu terkirim, sms yang telah membuat hati Tari hancur berkeping-keping.
Hmm..kenapa sih harus seperti itu, apa sih salahku, dosakah jika rasa itu hadir dalam hatiku, dan jika kamu tidak suka, tidak adakah cara lain yang lebih bersahabat untuk menolakku, mengapa Kau berikan aku rasa itu ya Tuhan?
Air mata Tari tak terbendung lagi mengingat semua itu.
***
Hari-hari berlalu menyisakan rasa yang tak pernah mati dalam hati Tari, yah..lelaki yang telah menyakiti hati Tari itupun menghilang entah kemana, namun Tari adalah sosok gadis yang tak gampang menyerah dan selalu optimist dengan kehidupannya.
Dan kemudian seorang pria lain muncul dalam kehidupannya, seorang pria yang sangat jauh berbeda dengan latar belakang dan karakter dari lelaki yang dicintainya, pendidikan, kemapanan, titel maupun penampilan dan sikapnya.
Dengan sikap intelektual yang tinggi sebagai seorang yang terpelajar, pria itu berusaha mendekatinya.
"Ayolah Tari, loe mau cari yang gimana sih, loe itu dah beruntung banget dapat cowok kayak dia, dia ganteng, mapan, dan punya status (titel) lagi, gak ada apa-apanya jika dibandingin sama si cowok brengsek yang loe cintai mati-matian itu," ceramah teman-temannya panjang lebar.
Hmm..iya juga sih, buat apa aku mikirin orang yang tak pernah mikirin aku, batin Tari. Dan pertanyaan itupun akhirnya terucap, pertanyaan yang menjadi momok yang menakutkan buat Tari, pertanyaan yang menguras habis daya pikir Tari untuk menjawabnya,
"Tari, mau kan kamu menikah denganku?"
Bagai disambar petir di siang bolong Tari kaget mendengarnya, Tari tak menyangka secepat itu pria itu menanyakannya.
"Apalagi sih Tari yang kau pikirkan, ingat usiamu Ri, elo tuh bukan ABG lagi, Richard itu bukan orang sembarangan, elo bisa langsung menyandang gelar nyonya terhormat kalau menikah dengannya, daripada lo menikah sama anak malam yang tak jelas batang idungnya itu." papar Lani sobat karibnya itu.
Lani adalah sohib kentalnya yang selalu jadi tempat curahan hatinya.
"Tapi aku ga bisa mencintai dia Lan, yang ada dihatiku hanya dia dan dia terus."
"Akh persetan loe dengan cinta, mank lo bisa makan tuh cinta, dia aja ga pernah mikirin loe, gimana sich loe, waras dikit napa?" umpat Lani seraya monyongin bibirnya.
Tuhan...benarkah dia jodoh yang Kau persiapkan untukku, jika ia, mengapa tak ada rasa itu dalam hatiku? Bisakah nanti aku mencintai dia?
Lalu bagaimana dengan rasa cinta yang tak bisa mati dalam hatiku, apakah rasa itu harus terkubur dalam nantinya?
Akh andai kau datang dan memintaku tuk kembali padamu, tak akan dua kali aku berpikir untuk berkata "iya", adakah mungkin kau kan datang untuk menjemputku? Aku pasti akan sangat bahagia walau kau tak sehebat Richard, tapi bagiku kaulah yang terindah.
Tak terasa jam di meja kamar Tari sudah jam 1.00 siang, hufft..dari tadi pagi belum bergerak sama sekali, lapaaarrr.....
Segera ditutupnya lembar diary kesayangannya.
"Tuhan..aku masih percaya dengan keajaibanMU," doanya dalam hati.
Camra, 2011
(Cerpen ini saya buat untuk tugas Ilmu Budaya Dasar dengan tema Manusia dan Keindahan)
Langganan:
Postingan (Atom)