NETTI NATARIDA MARPAUNG

WELLCOME TO MY BLOG..

I'M A DREAMER, AND I WANNA MAKE MY DREAMS COME TRUE.

Rabu, 30 April 2014

TEORI TENTANG PROPOSAL (ILMIAH & SEMI ILMIAH)



A. PENGERTIAN PROPOSAL

Pengertian proposal yaitu tulisan yang dibuat dengan tujuan menjelaskan dan juga menjabarkan maksud atau tujuan kepada seseorang, instansi, atau suatu kelompok. Dalam pengertian proposal tersebut dimaksudkan agar penerima proposal dapat memahami dan mengerti tentang maksud dan tujuan secara lebih detail lagi. 

Pada pengertian proposal itu juga dimaksudkan agar setelah penerima proposal mengerti dan memahami tujuan proposal tersebut maka akan terjadi persamaan misi, visi, dan juga tujuan yang ingin dicapai.
Pengertian proposal juga merupakan suatu planning kerja yang terinci dan juga sistematis yang kemudian digunakan untuk suatu aktivitas atau kegiatan yang sifatnya formal. Penjelasan pengertian proposal juga dijabarkan sebagai usulan dari suatu aktifitas atau kegiatan yang memerlukan dukungan dari seseorang baik itu individu maupun kelompok lainnya. selain itu, pengertian proposal juga diartikan sebagai suatu rancangan dari kegiatan yang ingin dilaksanakan yang disusun secara formal atau juga standar.

B. PENGERTIAN PROPOSAL SECARA ILMIAH

Dari sudut pandang dunia ilmiah, pengertian proposal ialah rancangan dari suatu usulan sebuah penelitian yang kemudian akan dilaksanakan oleh peneliti terhadap bahan penelitiannya. Dalam pengertian proposal ini itu berarti proposal sama halnya dengan usulan.

Ada juga yang menyatakan bahwa pengertian proposal itu ialah suatu permintaan atau dapat juga dikatakan sebagai saran yang ditujukan kepada seseorang, instansi, organisasi, suatu badan, atau suatu kelompok untuk menjalankan atau melaksanakan suatu pekerjaan.

C. JENIS PROPOSAL

Ada banyak jenis proposal yang berkaitan dengan aktivitas manusia di kehidupan ini. Secara umum, berikut ini beberapa jenis proposal yang biasa dibuat dan diajukan banyak orang :
1. Proposal bisnis, contohnya proposal pendirian usaha.
2. Proposal proyek, contohnya proposal pengajuan dana kepada lembaga donor.
3. Proposal penelitian, contohnya proposal skripsi, tesis, dan disertasi.
4. Proposal kegiatan, contohnya proposal kegiatan seminar, pelatihan, dan lomba.

D. FUNGSI PROPOSAL

Proposal memiliki fungsi yang sangat penting bagi perseorangan atau lembaga yang akan melakukan usaha, program, atau kegiatan. Fungsi dari proposal adalah sebagai berikut :

1. Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial,politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
2. Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
3. Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
4. Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
5. Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.

E. SYARAT PENYUSUNAN PROPOSAL 

Proposal yang kita susun perlu memiliki hal - hal berikut :
1. Memiliki struktur dan logika yang jelas
2. Hasil kegiatan itu terstruktur
3. Rumuskanlah jenis kegiatan secara jelas, inovatif, terperinci, dan betul-betul dapat dikuasai atau dikerjakan
4. Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus rasional dan tidak mengada-ada.

F. KERANGKA PROPOSAL

Kerangka proposal adalah sebagai berikut :
- Dasar Pemikiran. Dalam dasar pemikiran sebuah proposal dicantumkan pokok-pokok pemikiran perlunya melaksanakan kegiatan tertentu.
- Jenis Kegiatan. Jenis kegiatan yang akan dilaksanakan harus dijelaskan dalam proposal.
- Tema Kegiatan. Tema kegiatan dalam sebuah proposal berisi inti-inti kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
- Tujuan Kegiatan. Tujuan kegiatan harus dijelaskan agar orang mengetahuinya. Penyusun proposal perlu merumuskan tujuan sedemikian rupa agar yang akan dicapai dapat diketahui dan dirasakan oleh pembaca proposal.
- Peserta Kegiatan. Peserta kegiatan meliputi siapa serta berapa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
- Waktu dan Tempat Pelaksanaan. Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan harus jelas dalam sebuah proposal.
- Susunan Kepanitiaan. Para penyusun proposal dari suatu tim perlu menyelksi kualifikasi dan bobot orang-orang yang duduk sebagai panitia pelaksanaan dalam kegiatan yang direncanakannya. Hal ini untuk menjamin kelancaran jalannya suatu kegiatan.
- Anggaran Biaya. Anggaran biaya dalam suatu proposal harus dicantumkan, tetapi penyusunannya harus logis dan realistis, serta harus memperhatikan keseimbangan antara pengeluaran dan penghasilan. Hal ini agar diterima secara logis oleh penyandang dana.
- Acara Kegiatan. Jadwal atau acara kegiatan harus jelas dan terperinci. Dengan demikian, pada waktu nanti tidak terjadi hal-hal yang menyimpang dari acra yang sudah ditentukan. Hal ini juga bertujuan untuk mengefektifkan waktu selama kegiatan berlangsung.
- Penutup. Penutup merupakan bagian akhir yang berfungsi menekankan bahwa proposal diajukan dengan sungguh-sungguh dan dijelaskan pentingnya kegiatan yang akan dilaksanakan. Hendaknya dalam bagian ini tergambar sikap optimis dari pembuat proposal.

G. SISTEMATIKA PROPOSAL

Umumnya, proposal penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Identifikasi Masalah dan Batasan masalah
1.3. Rumusan Masalah
1.4. Tujuan Penelitian
1.5. Kegunaan Penelitian

Bab II Landasan teori (Kajian Pustaka)
2.1. Teori variabel (dependen , independen)
2.2. Penelitian relevan
2.3. Kerangka Berpikir
2.4. Hipotesis yang diajukan

Bab III Metodologi
3.1. Metode Penelitian (jenis penelitian)
3.2. Waktu dan tempat
3.3. Populasi dan sampel
3.4. Teknik Pengumpulan Data
        a. Jenis dan sumber data
        b. Instrumen
        c. Definisi Operasional (kisi-kisi)
3.5. Teknik Analisis data
3.6. Jadwal Penelitian


Daftar Pustaka:
Berstektur. 2013. “Pengertian Proposal Secara Ilmiah”. Dalam http://www.bestektur.com/2013/10/pengertian-proposal-secara-ilmiah.html

Darmayanti, Nani dan Nurul Hidayati. 2008. “Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Unggul (Kelas XII)”. Dalam http://books.google.co.id/books?id=rskNgi90QPIC&pg=PA21&dq=proposal+adalah&hl=en&sa=X&ei=JW9eU_XBGojQiAeqj4GACQ&redir_esc=y#v=onepage&q=proposal%20adalah&f=false

Hasim. 2012. “Mengenal Proposal”. Dalam http://hasim319.wordpress.com/2011/05/07/mengenal-proposal/

Hendry. 2010. “Menyusun Proposal Penelitian”. Dalam http://teorionline.wordpress.com/2010/01/23/menyusun-proposal-penelitian/

Pengertian Ahli. Tanpa Tahun. “Pengertian, Fungsi, Jenis Proposal”. Dalam http://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-fungsi-jenis-proposal.html

Purbaya, Fredy. 2012. “Proposal dan Laporan”. Dalam http://fredypurbayadhyfha.wordpress.com/2012/05/04/proposal-dan-laporan/

Terbaru dan Terbaik. Tanpa Tahun. “Contoh Proposal Kegiatan Sistematika”. Dalam http://terbaru-terbaik.blogspot.com/2012/11/contoh-proposal-kegiatan-sistematika.html



Selasa, 29 April 2014

TEORI TENTANG PERBEDAAN KARANGAN


A. PENGERTIAN KARANGAN

Karangan adalah penjabaran suatu gagasan secara resmi dan teratur tentang suatu topik atau pokok bahasan. Setiap karangan yang ideal pada prinsipnya merupakan uraian yang lebih tinggi atau lebih luas dari alinea (Lamuddin Finoza, 2009:234). 
Senada dengan pendapat di atas, E. Kosasih (2003:26), menjelaskan bahwa Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pemikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.
Pendapat lain dinyatakan Widyamartajaya (1979:9) mengatakan bahwa Karangan itu merupakan ungkapan jiwa manusia yang hendak disampaikan kepada orang lain dan terjadi suatu proses berfikir. Kegiatan mengarang dapat terjadi karena ada maksud atau tujuan dari pengarang dengan melalui tahapan dalam pembuatannya.
Poerwordarmita (1984:445), mengungkapkan bahwa Karangan merupakan uraian tentang sesuatu hasil, dengan demikian pengertian Karangan atau tulisan dapat kita batasi sebagai rangkaian kalimat yang logis, padu, sistematis, yang berisi pengalaman, pikiran atau pelukisan tentang objek suatu peristiwa atau masalah.

B. JENIS-JENIS KARANGAN

- Berdasarkan teknik pemaparannya:

1. Karangan Narasi
Karangan narasi biasanya dihubung-hubungkan dengan cerita. Oleh sebab itu, sebuah karangan narasi banyak kita temukan dalam novel, cerpen, atau hikayat.

Ciri-ciri karangan narasi :
a.  Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
b.  Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai  akhir
c.   Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
d.  Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci

Langkah menyusun narasi (fiksi) :
Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Di mana seting/ lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan bagaimana cerita itu dipaparkan.

Contoh karangan narasi :
      Malam itu Ayah kelihatan benar-benar marah. Aku sama sekali dilarang berteman dengan Syairul. Bahkan, Ayah mengatakan bahwa aku akan diantar dan dijemput ke sekolah. Itu semua gara-gara Slamet yang telah memperkenalkan aku dengan Siti. (Sikumbang, 1981 : 1-42 dan Parera, 1983 : 3-24).

2. Karangan Deskripsi
Karangan ini melukiskan apa yang terlihat di depan mata. Jadi, karangan ini bersifat tata ruang atau tata letak. Dengan kata lain, deskripsi berurusan dengan hal-hal kecil yang tertangkap oleh pancaindera.

Ciri-ciri karangan deskripsi :
a.   Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
b.   Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar  seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang  dideskripsikan
c.   Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa  tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan
d. Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis

Langkah menyusun karangan deskripsi :
a.   Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan
b.   Tentukan tujuan
c. Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan
d.  Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan kepentingan
e.   Kembangkan kerangka menjadi deskripsi

Contoh karangan deskripsi :
      Pasar Tanah Abang adalah sebuah pasar yang sempurna. Semua barang ada di sana. Di toko yang paling depan berderet toko sepatu dalam dan luar negeri. Di lantai dasar terdapat toko kain yang lengkap dan berderet-deret. Di samping kanan pasar terdapat warung-warung kedai penjual sayur dan bahan dapur. Di samping kiri ada pula berjenis-jenis buah-buahan. Pada bagian belakang kita dapat menemukan berpuluh-puluh pedagang daging. Belum lagi kita harus melihat lantai satu, dua, dan tiga.

3. Karangan Eksposisi  
Karangan eksposisi adalah bentuk karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan,memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.

Ciri-ciri karangan eksposisi :
a.   Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
b.   Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual)
c.    Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak
d.   Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
e.   Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu

Langkah menyusun karangan eksposisi :
a.   Menentukan topik atau tema
b.   Menetapkan tujuan
c.    Mengumpulkan data dari berbagai sumber
d.   Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
e.   Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi

Contoh karangan eksposisi :
            Pasar Tanah Abang adalah pasar yang kompleks. Di lantai dasar terdapat sembilan puluh kios penjual kain dasar. Setiap hari rata-rata terjual tiga ratus meter meter untuk setiap kios. Dari data ini data dapat diperkirakan berapa besarnya uang yang masuk ke kas DKI dari Pasar Tanah Abang.

4. Karangan Argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembacaterhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.

Ciri-ciri karangan argumentasi :
a.   Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga    kebenaran itudiakui oleh pembaca
b.   Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar
c.   Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat ataupandangan pembaca
d.   Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan  menjauhkan subjektivitas
e.   Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian

Langkah menyusun karangan argumentasi :
a.   Menentukan topik atau tema
b.   Menetapkan tujuan
c.   Mengumpulkan data dari berbagai sumber
d.   Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
e.   Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi

Contoh karangan argumentasi :
      Dua tahun terakhir, terhitung sejak Boeing B737 milik maskapai penerbangan Aloha Airlines celaka, isu pesawat tua mencuat ke permukaan. Ini bisa dimaklumi sebab pesawat yang badannya koyak sepanjang 4 meter itu sudah dioperasikan lebih dari 19 tahun. Oleh karena itu, adalah cukup beralasan jika orang menjadi cemas terbang dengan pesawat berusia tua. Di Indonesia, yang mengagetkan, lebih dari 60% pesawat yang beroperasi adalah pesawat tua. Amankah? Kalau memang aman, lalu bagaimana cara merawatnya dan berapa biayanya sehingga ia tetap nyaman dinaiki?

5. Karangan Persuasi
Karangan persuasi adalah karangan yang tujuannya untuk membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.

Ciri-ciri karangan persuasi :
a.   Terdapat himbauan atau ajakan
b.   Berusaha mempengaruhi pembaca

Langkah menyusun karangan persuasi :
a.   Menentukan topik atau tema
b.   Menetapkan tujuan
c.    Mengumpulkan data dari berbagai sumber
d.   Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
e.   Mengembangkan kerangka menjadi karangan persuasi

Berdasarkan Sifatnya:

1. Karangan ilmiah

Karangan ilmiah adalah biasa disebut karya ilmiah, yakni laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.

Tujuan karya ilmiah, antara lain:
* Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
* Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
* Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
* Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
* Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:

- Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
- Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
- Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
- Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
- Memperoleh kepuasan intelektual;
- Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
- Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

2. Karangan Semi Ilmiah (Populer)

      Karya tulis semi ilmiah merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan dalam kary tulis ini. Karya tulis semi ilmiah biasanya digunakan dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.

3. Karangan Non Ilmiah

      Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah, yaitu:

a. Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. Fakta yang disimpulkan subyektif,
c. Gaya bahasa konotatif dan populer,
d. Tidak memuat hipotesis,
e. Penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. Bersifat imajinatif,
g. Situasi didramatisir,
h. Bersifat persuasif.
i. Tanpa dukungan bukti

Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah, yaitu:

a.Dongeng
b.Cerpen
c.Novel
Drama
Roman. 

C. CIRI-CIRI KARANGAN 

Ciri-ciri karangan yang baik yakni :
- Berisi hal-hal yang bermanfaat. Karangan yang bisa memenuhi kebutuhan pembaca akan dapat penghargaan masyarakat. Sangat mungkin karangan itu tidak begitu mendalam, tetapi memberikan manfaat langsung bagi pembaca.
- Pengungkapan jelas. Pengungkapan yang jelas dapat ditandai dengan mudahnya sebuah karangan dicerna pembaca. Dengan pengungkapan yanh semakin jelas, sebuah tulisan akan semakin mudah diikuti.
Penciptaan kesatuan dan pengorganisasian. Karangan yang mampu menciptakan kesatuan dan sekaligus terorganisasi dengan baik ditandai oleh mudahnya pembaca memahami karangan. Sebaiknya karangan langsung menjelaskan inti permasalahan dan tidak berbelit-belit.
Efektif dan efisien. Yang dimaksud dengan efektif dan efisien  adalah pengungkapan suatu maksud dengan mengutamakan efisiensi dan efektifitas, yaitu dengan menggunakan kalimat dan kata-kata yang ringkas, namun dapat menjangkau makna yang luas.
Ketepataan penggunaan bahasa. Karangan yang baik juga ditentukan oleh penggunaan bahasa. Penggunaan bahasa yang baik dan benar akan meningkatkan bobot karangan. Hal yang tercakup di dalamnya adalah kesanggupan pengarang untuk memenuhi berbagai kaidah berbahasa Indonesia secara tepat. Pembentukan kata, penyusunan kelompok kata, penyusunan kalimat, serta penguasaan ejaan dan tanda baca harus memadai.
Ada variasi kalimat. Variasi yang berkaitan dengan penggunaan bahasa dalam karangan adalah penyusunan kalimat panjang dan pendek secara berselang-seling.
Vitalitas. Karangan yang baik biasanya penuh tenaga dan kaya dengan potensi. Kandungan kekuatan dalam karangan itu menjadikan pembaca merasa bahwa si penulis hadir di dalam karangan yang ditulisnya.
Cermat. Karangan yang baik memperahatikan masalah kecermatan. Hal-hal kecil, seperti titik dan koma tidak boleh dianggap sepele apalagi diabaikan. Kecermatan juga sangat diperlukan ketika memilih kata maupun menyusun kalimat.
Objektif. Mengarang adalah mengungkapkan sesuatu secara jujur, tidak dimuati emosi, dan realistis. Pengungkapan harus runtut dan teratur. Selain itu, uraian harus mencerminkan bahwa pengarang benar-benar menguasai dan menghayati permasalahan yang diuraikannya. 


D. KERANGKA KARANGAN

Kerangka karangan adalah suatu rencana kerja yang memuat garis-garis
besar dari suatu karangan yang akan digarap (Keraf, 1994: 149). Pada dasarnya,
untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk
karangan itu menjadi karangan yang teratur dan sistematis. Maka, sebelum
membuat karangan lebih baik dibuat susunan-susunan yang dapat memudahkan
dalam mengembangkan karangan tersebut. Susunan-susunan tersebut dapat
dikatakan sebagai kerangka karangan.
Adapun langkah-langkah untuk menyusun karangan tersebut, yaitu sebagai
berikut.
1. Menentukan tema dan judul
Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan
yang mendasari suatu karangan, cakupannya lebih besar dan menyangkut pada
permasalahan yang diangkat. Sedangkan yang dimaksud dengan judul adalah
kepala karangan, dan lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan
yang akan ditulis.
2. Mengumpulkan bahan
Sebelum melanjutkan menulis, perlu ada bahan yang menjadi bekal dalam
menunjukkan eksistensi tulisan seperti mengumpulkan ide dan inovasi. Banyak
cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara sesuai dengan
tujuan penulisannya.
3. Menyeleksi bahan
Setelah ada bahan maka perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan
tema pembahasan. Polanya melalui klarifikasi bahan yang telah dikumpulkan
dengan teliti dan sistematis.
4. Membuat kerangka karangan
Kerangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi
beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur. Kerangka karangan belum tentu
sama dengan daftar isi atau uraian per bab. Kerangka ini merupakan catatan kecil
yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang
sempurna.
Berikut fungsi kerangka karangan:
a. Memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan sistematis
b. Memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahan
c. Membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting
Tahapan dalam menyusun kerangka karangan:
a. Mencatagagasan
b. Mengatur urutan gagasan
c. Memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab
d. Membuat kerangka yang terperinci dan lengkap
5. Mengembangkan kerangka karangan
Proses pengembangan karangan tergantung pada materi yang hendak
ditulis. Pengembangan karangan juga jangan menumpuk dengan pokok permasalahan yang lain. Untuk itu pengembangannya harus sistematis, dan
terarah. Alur pengembangan juga harus disusun secara teliti dan cermat.




Daftar Pustaka:

Anon. 2013. “Jenis-Jenis Karangan Menurut Menurut Pengertian dan Ciri-Ciri Karangan”. Dalam http://semuapelajaransekolah.blogspot.com/2013/02/jenis-jenis-karangan-menurut-pengertian.html

Google. Tanpa tahun. “Kerangka Karangan”. Dalam   http://eprints.uny.ac.id/8200/3/BAB%202-07205244110.pdf

Homework Student. 2011. “Karangan yang Baik”. Dalam http://homework-student.blogspot.com/2011/02/karangan-yang-baik.html#rPD5s2Z4AvMKXDGp.99

Kurniawan, Gatot. Tanpa Tahun. “Karangan Imiah, Non-Ilmiah, dan Semi Ilmiah (Populer)”. Dalam http://gatotbukankaca.weebly.com/bahasa-indonesia-2-karangan-ilmiah-non-ilmiah-dan-ilmiah-populer.html

Putra, Hedi. 2013. “Pengertian dan Jenis-jenis Karangan”. Dalam http://edukasi.kompasiana.com/2013/06/08/pengertian-dan-jenis-jenis-karangan-566867.html

Jumat, 25 April 2014

Contoh Proposal Kegiatan.



PROPOSAL KEGIATAN
DALAM RANGKA PERINGATAN HUT RI KE-69
Se-KELURAHAN JATI MULYA
BEKASI


I. PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG
Tema HUT RI ke-69: "Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Lanjutkan Pembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, serta Kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Global".

I.2 MAKSUD DAN TUJUAN

I.2.1 Maksud
Adapun maksud diadakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa & kegembiraan dalam menyambut Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 69 pada tanggal 17 Agustus 2014.

I.2.2 Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan diadakannya acara ini adalah:
- Mempererat tali silaturahmi antar sesama warga RT 02 / RW 03 Kelurahan Jati Mulya, Rawa sapi, Bekasi.
- Meningkatkan semangat juang dalam meraih prestasi diantara anak-anak.
- Memupuk jiwa sportifitas dalam berlomba di antara anak-anak.
- Memupuk semangat kebangsaan antar generasi untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi tantangan global.

I.3 DASAR KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan.
1. Pancasila sila ke-3, “Persatuan Indonesia”.
2. Petunjuk dan arahan bapak Ketua RW 03 tentang pelaksanaan kegiatan dalam rangka peringatan HUT RI ke 69 di tingkat RT di lingkungan RW 03 Kelurahan Jati Mulya, Rawa sapi, Bekasi.

II. ISI PROPOSAL

II.1 TEMA KEGIATAN
Kegiatan yang mengedepankan kebersamaan warga antar generasi serta kegiatan anak-anak yang bersifat mengembangkan daya kreatifitas, keterampilan, ketangkasan & sportifitas.

II.2 MACAM KEGIATAN
1. Acara syukuran HUT RI ke 69, 17 Agustus 2014.
-          Syukuran & Doa.
-          Santap Malam Bersama dan Ramah Tamah. Detil pelaksanaan akan ditetapkan kemudian
2. Perlombaan balita dan anak-anak.
- Tingkat Balita (usia 0 – 5 tahun) 3 lomba.
- Tingkat SD (usia 6 – 12 tahun) 5 lomba. Jenis perlombaan akan ditetapkan kemudian.

II.3 PESERTA.
Seluruh warga RT 02 / RW 03 Kelurahan Jati Mulya, Rawa Sapi, Bekasi.

II.4 WAKTU & TEMPAT PELAKSANAAN
a. Perlombaan balita & anak-anak
Hari, tanggal : Minggu, 17 Agustus 2014
Waktu : Pukul 07.30 WIB s.d. selesai
Tempat : Lapangan Volli RT 02 / RW 03 Kelurahan Jati Mulya, Rawa Sapi, Bekasi.

b. Acara syukuran HUT RI ke 69 – 17 Agustus 2014
Hari, tanggal : Minggu, 24 Agustus 2014
Waktu : Pukul 19.30 WIB s.d. selesai
Tempat : Lapangan Volli RT 02 / RW 03 Kelurahan Jati Mulya, Rawa Sapi, Bekasi.

II.5 SUSUNAN KEPANITIAAN

Pelindung : Tuhan YME
Penasehat : Bapak Ketua RW 02
Penanggung Jawab : Bapak Ketua RT 02/RW 03

Panitia Pelaksana
Ketua Pelaksana : Budi Hendarso
Sekretaris : Felisia.
Bendahara : Kokom
Seksi-seksi.
1. Seksi Acara Malam Syukuran
Koordinator : Dewi
Anggota : Nui, Kiki, Ebeto, Keket, Pipit, Sherli.

2. Seksi Perlombaan Anak-Anak
Koordinator : Suparman
Anggota : Tutik, Krisma, Susila, Evita, Lindya, Agung, Didit, Toing, Firdaus.

3. Seksi Umum & Dokumentasi
Koordinator : -
Anggota : -

II.7 JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Jadwal rinci pelaksanaan kegiatan akan ditetapkan & diumumkan kemudian.

III. ESTIMASI BIAYA
III.1 PENGELUARAN

1. Seksi Kesekretariatan
- Pembuatan Proposal Rp. 25.000
- Foto kopi Rp. 25.000
   Jumlah Rp. 50.000

2. Seksi Acara Malam Syukuran
-  Konsumsi Rp. 800.000
-  Hiburan Organ Tunggal Rp. 1.000.000
Jumlah Rp. 1.800.000

3. Seksi Perlombaan Anak-anak
- Alat & bahan perlombaan Rp. 100.000
- Hadiah-hadiah Rp. 800.000
- Snack untuk 60 anak @Rp. 10.000     Rp. 600.000                     
  Jumlah             Rp.      1.500.000

4. Seksi Umum dan Dokumentasi                        
-  Cuci cetak foto Rp. 50.000
-  Transport Rp. 100.000
Jumlah Rp. 150.000

Total Rp. 3.500.000
Terbilang: (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)        

III.2 SUMBER DANA
Kgiatan ini memperoleh dana dari
- Bantuan kas RT Rp. 500.000
- Arisan ibu-ibu Rp. 250.000
- Donasi para donatur RT027/RW06 yang budiman Rp.  1.750.000
- Partisipasi warga minimal Rp. 25.000/rumah Rp.  1.000.000

Total Rp. 3.500.000
Terbilang: (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

IV. PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat. Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi Bapak/Ibu. Semoga acara ini dapat terlaksana sebagaimana yang kita harapkan.

Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih

LEMBAR PENGESAHAN

Ketua Pelaksana                                                                      Sekretaris

 Budi Hendarso                                                                         Felisia



Menyetujui
KETUA RT027 RW08 Kelurahan Jati Mulya



Bpk. Udin Prasetyo


MENCIPTAKAN GENERASI EMAS INDONESIA DI MASA YANG AKAN DATANG

 Pernahkah kita berpikir bahwa untuk keluar dari zona negara berkembang yang melekat pada negara Indonesia ini ialah hanya dengan menciptakan generasi baru yang baik dan bermutu di masa depan? Dan bagaimanakah selayaknya generasi baru tersebut?

Gagasan itu terbersit dalam pikiran saya ketika saya sedang memberikan ASI pada buah hatiku tercinta. Melihat begitu banyaknya ibu yang melahirkan di negeri ini yang tidak memberikan ASI untuk anaknya yang mungkin disebabkan oleh berbagai faktor atau alasan. Alasan-alasan tersebut bisa jadi karena: (1) Ibu belum memahami betapa pentingnya ASI Eksklusif untuk bayi baru lahir, (2) Ibu kembali bekerja, (3) Kurangnya motivasi dari keluarga terutama suami, (4) Gencarnya iklan susu formula, (5) Kurangnya dukungan sekitar dan tenaga kesehatan, (6) Sang ibu merasa ASI yang dimilikinya kurang memadai, sehingga merasa perlu untuk menambah susu formula. Dan alasan yang ke-(7) adalah bahwasanya sang ibu merasa jika menyusui nantinya akan mengendurkan otot-otot payudara mereka dan hal tersebut akan mengurangi daya tarik atau penampilan mereka. Khusus untuk dua alasan terakhir, sesungguhnya hal itu lebih merupakan perasaan subyektif sang ibu karena data yang lebih realistik menunjukkan hanya 1 dari 1000 orang ibu yang betul-betul memiliki jumlah ASI yang kurang memadai. Dan juga si ibu tersebut lebih mementingkan diri sendiri dalam hal ini penampilannya, dibanding anak yang mereka lahirkan yang seharusnya anak tersebutlah tujuan hidup kita.

Saya sendiri seorang ibu yang memiliki bayi, sangat bersyukur mampu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada anak saya, walaupun sehari-hari saya masih harus beraktivitas di luar rumah seperti kuliah dan lainnya. Pemberian ASI tersebut nantinya akan dilanjutkan hingga anak saya berusia 2 tahun.

Jika kita melihat data SDKI (Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia) tahun 2012, hanya ada 50,8 % bayi usia 0-1 bulan yang menerima ASI, 48,9% untuk bayi 2-3 bulan, 27,1 % untuk bayi 4-5 bulan dan 0,7% untuk bayi dibawah 24 bulan, dengan kata lain tidak ada bayi yang lolos ASI eksklusif selama 2 tahun.

Sangat miris memang jika kita melihat data tersebut, padahal ASI begitu penting untuk tumbuh kembang seorang anak, semakin lama seorang anak mendapatkan pasokan ASI, semakin besar peluang untuk terbebas dari gangguan mental seperti menarik diri dari pergaulan, gelisah, gangguan cara berpikir, perilaku menyimpang, autisme, serta tingkah laku agresif, juga untuk menjaga daya tahan tubuh atau sistem imun anak terhadap segala jenis penyakit.

Salah satu penelitian terbaru yang dipublikasikan Brown University menunjukkan hasil adanya perbedaan perkembangan otak sebesar 20-30 persen antara anak yang murni mendapatkan ASI, dengan anak yang mendapatkan asupan kombinasi (ASI + susu formula), apalagi yang hanya mengandalkan penuh susu formula. Rangkuman penelitian lebih jauh bisa dibaca pada tautan ini: http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://news.brown.edu/pressreleases/2013/06/breastfeeding

Hasil penelitian Dr. Leda Chatzi dari University of Crete, Yunani, yang dilansir kantor beritaReuters di akhir tahun 2013 memperkuat penelitian-penelitian sebelumnya dengan menunjukkan hasil bahwa bayi-bayi yang mendapat ASI Eksklusif, pada umur 18 bulan menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam kemampuan kognitif, komunikasi reseptif, dan kelincahan motorik dibandingkan bayi yang tak mendapatkan ASI Eksklusif. Informasi lebih jauh tentang ini bisa disimak pada laman berikut:http://www.reuters.com/article/2013/12/25/us-breast-feeding-idUSBRE9BO08920131225

Jika semua ibu menyadari betapa pentingnya ASI untuk tumbuh kembang anak, bukankah nantinya akan terlahir generasi-generasi emas Indonesia yang selain pintar juga memiliki kepribadian yang baik? Perlu diketahui bahwa bibit, bebet, serta bobot seorang anak ada di tangan seorang ibu. Lalu ibu manakah yang tidak ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya?

Untuk keluar dari zona negara berkembang yang terus menerus melekat pada negara Indonesia yang kita cintai ini adalah jika kita bisa merobah paradigma atau pola berpikir ibu-ibu di negeri ini. Jadilah ibu yang bijak yang akan melahirkan generasi-generasi emas Indonesia yang nantinya akan bisa membawa negara Indonesia ini menuju negara yang maju, makmur dan sentosa.


Jakarta, 4252014